Critical Thinking

Ramadhan tiba

August 23, 2010



Ramadhan tiba...
Banyak umat muslim yg bergembira menyambutnya.
Banyak yg shalat-nya di lengkapi, plus dengan shalat sunnah-nya. Menurut kepercayaan, pahalanya akan ditambahkan dua kali lipat.
Banyak yg bersedekah, banyak yg kemudian tiba-tiba menjadi baik, ya karena adanya bulan Ramadhan.

Tapi...
Ada juga seruan-seruan yg (menurut gw) malah tidak mencerminkan adanya kebebasan beragama di Negeri ini.
Ada juga yang memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini untuk malah menyalahgunakan amalan yg akan dilakukan di bulan yang dianggap suci ini.

Berita tentang penutupan rumah makan di beberapa daerah karena adanya bulan ramadhan. Alasannya? Mengganggu yang sedang puasa. So what??? Bukannya intinya puasa itu menahan godaan, semakin besar godaan yg datang, semakin kuat kita menahannya, semakin besar pahalany
a. Bukannya begitu?
Lalu, munculnya peraturan daerah untuk menutup rumah makan di bulan Ramadhan ini buat apa? Agar yg puasa semakin khusyuk? Bukannya dengan begitu malah, bagi yang puasa, puasanya gag punya greget. Godaannya semakin sedikit, semakin sulit untuk menambah pahala, padahal, saat mereka puasa, maksudnya adalah untuk menahan semua hawa nafsu, termasuk menahan nafsu untuk makan tentunya.
Selama ini, si empunya rumah makan tahu diri kok. Kalau di Jogja, kita bisa lihat beberapa rumah makan, dan restoran menutup kaca dengan tirai, atau bahkan menutup setengah pintu mereka, dan hanya memperlihatkan pintu masuknya saja. Bukankah ini juga salah satu bentuk penghormatan buat yg puasa. Yah, kalau mereka mau tutup, itu sih kepentingan mereka sendiri.
Maksud gw disini, buat apa sih kita memaksa kehendak kita, karena kewajiban kita, toh, disaat nyepi pun kita juga gag dipaksa untuk tidak menyalakan peralatan elektronik di rumah, dus, saat natal,kita gag dipaksa naruh pohon natal.
Memang, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun, dulu presiden Soekarno mati-matian membela dasar bangsa kita, yaitu Pancasila. Dan ya, kenapa kemudian sila pertama itu muncul dengan kalimat "KETUHANAN YANG MAHA ESA", Bukan "Ke-Allahan yang Maha Esa" atau apapun yg menjurus ke salah satu agama. Karena meman
g Bapak bangsa yg kita hormati itu yakin dan sadar, bahwa bangsa kita adalah bangsa plural. Tidak hanya ada berbagai macam suku bangsa dan bahasa. Bahkan juga agama dan ras pun ada di Negeri kita tercinta ini.
Gag usah ngotot pengen jihad di Negeri seberang, kalau di negeri sendiri saja pluralisme belum beres. Gag usah ngomong "GANYANG MALAYSIA" kalau kita sendiri saja masih sulit untuk bersatu di dalam perbedaan.
Menurut saya Agama dan kepercayaan itu adalah hak masing-masing individu, tidak ada satu institusi pun yg bisa ikut campur, karena itu datangnya dalam hati. Mau dia bertuhan pada Allah SWT, atau Yesus Kristus, atau menyembah dewa dewi, Budha, it's their own business. Itu bentuk keyakinan di hati mereka terhadap apa yg mereka percayai kok. Jadi, mending kita lebih mendekatkan diri masing-masing saja ke Tuhan. Gag usah menggerakkan massa untuk kepentingan pribadi. Atau? Memang bangsa kita ini sudah terlanjur bobrok?
Kalau begitu, gag salah dong saya cari ketenangan dan keamanan di negeri orang?
Sekali lagi, gw menyesal banget kalau ada perda tentang penutupan rumah makan di bulan puasa. Bukannya apa-apa, hanya saja, perda itu terkesan yg buat gag niat banget buat puasa. Atau terkesan mau puasa asal yg lain ikut puasa. Hmmm... bentuk-bentuk kediktatoran penguasa mulai tercium dengan tajam kalau begitu.
Jadi, maksu
d gw adalah, marilah kita saling menghargai. Apa karena menjadi mayoritas, lalu semena mena terhadap yg minoritas? Ada baiknya kita berpikir secara terbalik. Bagaimana seandainya kita yg menjadi minoritas di sini? Apakah perlakuan yg didapatkan akan sama seperti saat menjadi mayoritas? Apakah kita dengan bebasnya bisa berlaku "sedikit" kejam terhadap sesama? Bersyukurlah atas nikmat dan karunia dari Tuhan, bersyukur kita tinggal sebagai mayoritas. Jangan pula berlaku semena-mena terhadap minoritas. Keyakinan dan agama datangnya dari hati masing-masing individu.
Gw rasa Islam sendiri adalah agama yg ramah, diajarkan untuk selalu membantu, ada sedekah, ada zakat, banyak hal yg kemudian bisa membuat kita melihat bahwa Islam itu indah. Kenapa gag memperlihatkan itu saja? Daripada main gontok-gontokkan, mending dengan hati yg sejuk menunjukkan indahnya hidup dalam perbedaan...


Ah...
Ngomong apa sih gw...


Anyway, selamat menunaikan ibadah puasa...
Mohon maaf lahir bathin

sharing is caring

You Might Also Like

2 comments

  1. eeeeeh, gita...dah ta baca-baca, tenyata pinter nulis juga yow :]
    keep posting ya gitz....

    ReplyDelete
  2. hehehe....
    makasih ya mas Erfan, kan katanya practice make prefect...

    jadi saya belajar untuk menjadi prefect (loh???)

    baca juga blog yg lain ya mas erfan^^

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.