Critical Thinking

Kita dan Cara Kita Saja yang Berbeda

April 10, 2011


Suatu hari Saya sedang asyik melihat sebuah acara yang menghadirkan Super Junior sebagai salah satu dari bintang tamunya. Acara talk show ala korea ini namanya "Kamshinchang" klo di artikan ke Bahasa Inggris kira-kira "Strong Heart" atau "Brave Heart" deh.Yah, saya akui, beberapa hari ini suka banget liat beberapa video talk show ataupun reality show Super Junior. Menghibur banget, bikin saya ketawa sendiri.

Oke, back to the point. Acara ini menghadirkan Donghae, Siwon, Kyuhyun, Shindong, Eunhyuk, dan Leeteuk; selain juga beberapa pop idol Seoul lainnya. Jadi, di salah satu segmen, (kelihatannya) mereka satu-satu menceritakan tentang diri mereka (entah apa yang mengawali mereka harus bercerita). Setelah Siwon, Donghae, lalu si Kyuhyun. Bukan karena saya suka tiga orang ini, ataupun karena sedang suka dengan Super Junior yang membuat saya akhirnya diam dan berfikir, dan memberanikan menulis di sini.

Jadi, Kyuhyun saat itu bercerita (untuk pertama kalinya di media) tentang insiden kecelakaannya, bersama tiga anggota Super Junior lainnya (sekitar 2007-an). Memang, seperti semua ELF (fans Super Junior) tahu, kalau Kyuhyun adalah korban yang paling parah dalam kecelakaan itu, ia sempat koma dan sempat dipastikan akan segera meninggal oleh dokter. Ia bercerita dengan detail (dibantu Leeteuk) bagaimana kronologi kecelakaan itu. Hal yang bikin saya tersentuh (selain perjuangannya) adalah saat ia berkata:

"Pada saat aku mencoba untuk bangun, tiba-tiba semuanya menjadi kabur, dan aku seperti melihat flashback kehidupanku, pertama kali aku masuk sekolah, pertama kali aku berlibur dengan orang tuaku, pertama kali aku menyanyi dipanggung... ah... seperti inikah rasanya kematian itu?"

Lalu ia melanjutkan...

"Pada saat itu, aku sempat melihat Leeteuk-hyung lari dan menggenggam tanganku. Ia melihatku BERDOA, dan karena ia melihatku BERDOA DAN MEMOHON UNTUK BISA BERTAHAN HIDUP, ia pun ikut berdoa denganku, sambil memegang tanganku."

Dan, ia pun melanjutkan ceritanya, bagaimana ia dibawa ke rumah sakit, dan akan dilakukan oprasi, dimana harapannya hanya 20%, debat antara ayahnya dan dokternya, dan kemudian datang seorang dokter dari China yang mengatakan ia bisa menyelamatkan Kyuhyun tanpa harus mebuat harapan hidupnya menjadi tipis.

Yaps, memang yang saya garis bawahi disini adalah saat ia sedang dalam masa kritis, Kyuhyun dan Leeteuk berdoa memohon agar memberikan kesempatan hidup bagi Kyuhyun. Saat itu saya berpikir, hei, mereka ini bukan satu agama denganku, tapi Tuhan begitu baik kepada mereka. Tuhan memberikan kesempatan Kyuhyun untuk masih berada di dunia ini. Padahal ia percaya pada Tuhan yang BEDA denganku.

Bukan...
Saya bukan bermaksud untuk memojokkan Tuhan saya...

Disini saya kemudian diingatkan kembali oleh beberapa keajaiban-keajaiban yang diberikan Tuhan kepada ummatnya.
Pernah suatu ketika saya diceritakan oleh teman saya, tentang seorang muslim yang berpindah ke Katolik, dikarenakan ia mendapatkan "jawaban" Tuhan melalui Bunda Maria. Ia memiliki seorang anak (atau suami, saya lupa) yang sedang sakit parah. Ia sudah berkali-kali berusaha, berdoa, sembahyang, tetapi ia tetap saja mendapatkan jalan buntu. Entah kenapa akhirnya ia mendapatkan jawaban melalui Bunda Maria. Yang saya ingat ia berada di sebuah kapel (mungkin menunggu temannya, atau mencoba berdoa dengan Tuhan yang lain) , dan berlutut di hadapan Bunda Maria, menangis (sama seperti doa dan rutinitas sembahyangnya saat ia seorang muslim) meminta keajaiban Tuhan. Ya, pada akhirnya sang suami (atau anak) sembuh, walaupun awalnya dokter mengatakan harapan hidupnya sangat tipis, namun kemudian ia bisa sembuh 100%. Ia mengaku pada suaminya, kalau ia berada di sebuah kapel, berdoa pada patung Bunda Maria, dan keajaiban itu terjadi, mereka akhirnya memeluk Katolik.

Di sisi lainnya saya juga diceritakan oleh teman saya juga. Kali ini terbalik, seorang Katolik yang memeluk Islam. Kasusnya kurang lebih sama, doa yang tiada hentinya untuk meminta keajaiban, namun pada akhirnya, saat mereka berdoa dengan cara muslim, keajaiban itu terjadi. Yaps, dapat ditebak, mereka akhirnya memeluk Islam, dikarenakan keajaiban itu.

Dan saya sendiri yakin, masih banyak sekali cerita-cerita tentang keajaiban, dan ya, mungkin cerita Kyuhyun itu yang menyentuh saya. Ia menceritakan sendiri, kronologisnya. 

Saya sempat berpikir. Kenapa Tuhan kamu memberikan keajaibannya? Apakah Tuhan kamu benar? Tapi dalam kepercayaan saya Tuhan sayalah yang benar. Hingga akhirnya saya mengambil sebuah kesimpulan...

Tuhan memang cuma satu, tapi ada berbagai macam cara untuk kita bisa merasakan keajaiban, sentuhan, cahaya, atau apapun itu dari-Nya. 
Seorang kristen seperti Kyuhyun dan Leeteuk mungkin merasakan mereka menemukan keajaiban Tuhan dalam ritual ke-kristenan mereka.
Seorang muslim juga sama, mereka pun merasakan keajaiban dan "tangan" Tuhan melalui ke Islam-an mereka. 
Begitu pula dengan mereka dengan kepercayaan mereka.
Saya kemudian sampai pada titik, kenapa akhirnya kita berbeda dalam memandang Tuhan kita? Bukankah tujuan kita sama terhadap Tuhan? Apapun panggilan-Nya pada kita: Kedamaian dan Keselamatan dunia dan akhirat. 
Bahkan di dalam cerita agama Islam, sebelum akhirnya Nabi Muhammad s.a.w di"tasbih"kan menjadi Nabi terakhir bagi ummatnya, satu ayat telah turun, dan berbunyi "hari ini aku sempurnakan bagimu agamamu, bagiku agamaku." (yah kira-kira seperti itulah isinya). Saya menangkap bahwa cukup sudah untuk menarik umat manusia untuk berdoa dan menyembah Tuhan dalam satu agama. Biarkanlah mereka memiliki berbagai macam agama di dunia ini, asal kepercayaan mereka tetap satu, yaitu percaya pada Tuhan.

Mau seperti apa ritualnya, dengan agama apapun, apapun panggilannya, tapi saya yakin di hati kita masing-masing hanya ada satu kepercayaan, yaitu percaya pada Tuhan. 

Cerita Siwon dan Donghae, yang bertemu dengan seseorang pengidap kangker pita suara di Taiwan membuat saya berpikir, ya mungkin manusia saat ini memang membutuhkan masyarakat sosialnya untuk bisa terus mengingat dan percaya akan Tuhan. Apapun agama yang ada di KTP kamu, ataupun ritual penyembahan kamu terhadap Tuhan, yang pasti, Tuhan memang satu.

Mungkin terlihat seperti saya penggemar Super Junior sejati ya. Karena saya mengangkat tulisan ini berdasarkan cerita dari para anggota Super Junior ini. Tapi, sebenarnya yang bikin saya sedikit tergelitik untuk mengikuti cerita-cerita anggota Super Junior ini adalah cara mereka bersosialisasi, hingga akhirnya saya membaca dan melihat sendiri (walaupun melalui internet) bagaimana mereka sangat dekat dengan Tuhan, disaat genting, ataupun disaat mereka tidak sedang dalam kondisi genting. 

Yah...
Sekali lagi, ini hanya opini saya saja, yang menyimpulkan dari berbagai macam keajaiban Tuhan yang diberikankan-Nya pada manusia melalui berbagai macam cara dan agama... 
Saya pikir yang utama adalah kita memang harus percaya akan Tuhan^^

NB:
Buat ELF, klo ada info yg salah, dimaafkan ya^^ soalnya saya bukan ELF^^

sharing is caring

You Might Also Like

0 comments

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.