Critical Thinking

Etika Berbahasa Saat Chatting Internet

August 16, 2011

Kejadiannya sih sudah lama, hanya beberapa hari ini saya berpikir sepertinya penting untuk menulis ini. Mungkin agar saya sendiri juga sedikit lebih "aware" dengan cara saya berkomunikasi.

Kejadiannya pada saat saya dengan sengaja membuka chatt di akun facebook saya. Tiba-tiba seorang teman yang sudah sangat lama tidak bertemu menyapa saya di chatt tersebut. Yang buat saya terkejut adalah cara dia menyapa. Dia menyapa, dengan sangat tiba-tiba, dan menuliskan kata-kata, yang menurut saya, tidak begitu sopan. Setelah sekian lama tidak berjumpa, tidak saling chatt, tiba-tiba dia menuliskan kata-kata yang menurut saya tidak pantas untuk diucapkan saat pertama kali melakukan chatt, apalagi setelah sekian lama tidak pernah chatt ataupun bertemu.

Well, singkatnya saya marah, dan tidak mau melayani chatt-nya. Hingga suatu hari dia menyapa saya lagi dan bertanya apakah saya marah. Saya jawab saja kalau saya memang marah, saya tidak suka jika disapa dengan kata-kata yang tidak sopan, sekali lagi ini menurut saya.

Dia memang bertanya mengapa saya marah, saya jelaskan padanya, bahwa bukan begini caranya kalau mau menyapa orang via chatt. Saya mengumpamakan bagaimana jika tiba-tiba anda sedang berada di jalan yang ramai, penuh dengan orang, dan anda bertemu dengan saya. Disaat itu anda menyapa saya tiba-tiba dengan sangat tidak sopan, apakah anda akan terima itu, walaupun konteks nya sedang bercanda. Tapi disini bedanya, saat kita chatt, kita tidak melihat ekspresi wajah dan gerakan tubuh lawan kita berbicara, dan kita tidak tahu sama sekali bagaimana emosi lawan bicara kita.

Sebenarnya ini yang ingin saya tekankan kepadanya. Perlu dipahami memang, cara berkomunikasi di dunia maya sangat amat berbeda dengan cara kita berkomunikasi face to face dengan lawan bicara kita. Kita tidak dapat melihat emosi lawan bicara kita, dan kita tidak tahu bagaimana nada bicara lawan bicara kita. Semuanya menjadi tanpa emosi dan tanpa nada. Akhirnya menjadi multi tafsir. Apa saja bisa ditafsirkan dari ketikan kata-kata lawan bicara kita. Apalagi tanpa adanya emoticon dan web cam yang membuat kita benar-benar tidak dapat melihat dan mengetahui kondisi lawan bicara kita. Mungkin ini sih kenapa akhirnya diciptakan emoticon dalam chatt, dan web cam di computer, agar kita dapat memahami kondisi lawan bicara kita.

Sedikit tips dari saya saat ingin melakukan chatt, apalagi tanpa adanya web cam. Cobalah menyapa dengan kata-kata yang tidak memancing emosi. Sapaan formal pun tidak masalah, untuk menghindari salah sangka dari lawan chatting kita.
Setelah itu cobalah untuk menanyakan kabar, dan lihat reaksi dari tulisan-tulisannya. Kalau misalnya datar-datar saja, dan tidak banyak mengetik, bisa saja dia sedang sibuk, ataupun sedang dalam mood yang tidak bagus. Kalau dia sudah mulai menjawab dengan kata-kata yang panjang dan ringan, ya okelah silahkan ajak chatt dengan becanda ria.

Jadi, tampaknya chatt sendiri pun harus punya etika, yah untuk menghindari adanya salah paham, dan maksud yang ingin komunikasikan malah jadi tidak tersampaikan ataupun malah jadi miss interpertasi. Sekali lagi, dalam chatt kita tidak mengetahui kondisi dan emosi lawan bicara kita. Jadi selamat chatt dan chatt yang baik dan benar yaa^^

sharing is caring

You Might Also Like

0 comments

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.