Journey

Kuala Lumpur... Meeting UKM Student

March 19, 2009

CLICK HERE FOR ENGLISH VERSION

10 Maret 2009

Setelah bermalam di Puduraya, Malaysia. Pukul 8 pagi bus kami meluncur menuju ke stasiun kereta terdekat untuk menuju ke Universitas Kebangsaaan Malaysia (UKM). Sebelumnya memang ada beberapa ketegangan antara temen-temen dengan tur guide kami. Yah, buat aku sih itu hanya gerundelan mereka2 yang memang hidup enak gak mau susah. Gak mau ambil resiko. Kan biasa tuh kalo backpaker-an, resiko ditanggung penumpang. Tapi dasar penumpang manja, mana mau mereka ambil resiko. Walhasil mengeluh melulu kerjaan mereka. Gak cape apa ya ngeluh mlulu. Emang sih di Puduraya kita gak nyewa kamar, kalau di pikir-pikir nyewa kamar malah rugi. Harga yang biasanya dipatok sehari semalam, cuma disewa beberapa jam. Buat aku sih rugi banget (kalau gini temen2 pasti mulai misuh2 "dasar cina" --> ini bukan salah satu bentuk dari rasisme ya teman2; hanya bercanda). Walhasil bagi mereka-mereka yang memiliki pemikiran yang sama dengan diriku kemudian memilih untuk tidur di rumah makan di Puduraya, sambil melihat-lihat keadaan Puduraya di pagi buta.

Sampai di Puduraya sebenarnya pukul 2 pagi. Dengan waktu sepagi itu, kami mulai makan malam, karena belum makan semenjak meninggalkan Singapore. Jadi makan malam kami dilakukan pukul 2 pagi... hihihi... itupun seadanya. Hanya secangkir teh manis ataupun teh tarik, tergantung selera kami. Ada juga yg memesan roti india. Maklum lah restoran kami itu restoran india. Dipinggiran Buduraya memang isinya warga malaysia turunan india semua. Wah, jadi kalau ngomong pake "nehi" "nehi" sama "acha" "acha" gitu... tapi bukan acha septriasah ya, walaupun dia kuliah di malaysia juga (ketauan deh aku seneng liat infotaiment juga hahahahaha... :p).

Jadi dari pukul 2 pagi kami ngendon di rumah makan itu. Ngapain coba? Gak ada, cuma duduk-duduk menunggu matahari muncul di langit Puduraya. Buset deh, lama banget dah pokoknya keluarnya. Jam 7 pagi di sana itu aja seperti jam 4 paginya Yogya. Gelap abis. Walhasil kami semua be te banget, jam 7 masih sepi. Aktifitas pun hanya mereka yang baru datang menggunakan bis ke Puduraya. Jadilah kami tidur2 ayam sambil nunggu jam 8 pagi. Juga nunggu giliran untuk mandi sih. Kami jadinya hanya menyewa tempat mandi aja. 10 ringgit untuk satu orang yg mau mandi.

Setelah mendapatkan giliran mandi dan dandan, akhirnya kami semua bersiap-siap untuk berangkat ke stasiun kereta di Kuala Lumpur. Walaupun masih gelap gulita, padahal waktu menunjukkan pukul 6 pagi, kami semua sudah bersiap-siap untuk sarapan dan akan berangkat ke stasiun kereta. Saat waktu makan pagi telah tiba, aku sudah terserang kantuk yang amat sangat, jadi janganan disentuh, di panggil aja darahku langsung mendidih. Huh... untung aja aku berusaha mengendalikan emosiku, jadi gak meledak-ledak deh di sana. Kan lucu tuh, belum apa-apa dah cape duluan gara-gara marah-marah gak jelas. Marah-marahnya juga karena kurang tidur kan lucu banget. Jadi aku gak jadi marah-marah. Kasihan juga temenku yang nanti kena semprot aku, akhirnya gak jadi marah deh aku.

mengenaskannya saat makan pagi, makan pagi kami dengan lauk yang terdengar sangat menarik, nasi kari dengan lauk telur kerbau aka telur mata sapi. Hmmm... tapi saat sarapan terhidang... eng ing eng... hanya nasi dengan lauk telur kerbau dan kuah kari... :( mengenaskan. Tapi gak apa-apa lah, yang penting kita semua hepi :p

berangkatlah kami menuju UKM, lucunya sempat tersesat juga kami. Harusnya menuju utara, kami ke selatan. Muter lagi deh kita. Hingga akhirnya sampai juga ke stasiun kereta UKM. Disana kami jalan kaki lagi menuju terminal bus UKM. Untuk menunggu bus yang akan menjemput kami ke fakultas politik dan ilmu sosial (kalau gak salah itu namanya) di UKM. Perjalanan menuju fakultasnya sungguh menyenangkan, angin semilir dan suasana yg sepi membuat kami jadi mengantuk, padahal kami berdiri di dalam bus.

Sesampainya di kampus yg dimaksud, kami langsung disambut sama pengurus di sana. Terus ngadem deh di ruang konferensi mereka. Setelah tetek bengek perkenalan, dan jamuan teh dan kopi pagi hari, barulah diskusi dimulai. Mereka memberikan beberapa pertanyaan nih ke kami-kami... beberapa pertanyaannya itu: (ps. ini ditulis dalam bahasa melayu)
1. Bagaimana penyelesaian konflik Gaza yang terbaik. Cadangan penyelesaian.
2. Bagaimana pendirian rakan serantau terhadap demokrasi di Myanmar & cadangan penyelesaian.

3. Kenapa UN/ PBB tidak efektif menangani konflik peringkat antar bangsa. Cadangan penyelesaian?
4. Patutkah pelajar terlibat dalam politik, atau harus beri tumpuan sepenuhnya kepada pengajian.
5. Pandangan terhadap imej ASEAN. Apakah berjaya, efektif, ataukah sekedar pemersatu sahaja.
6. Sejauh mana media harus benar-benar bebas dengan merujuk ke
dua negara ini.
7. Kedudukan dan kebebasan wanita Asia tidak harus terbatas seperti di barat. Bahaskan.


Nah dari ketujuh pertanyaan ini, aku kena ke pertanyaan nomor enam. Sebenarnya bukan kena, tapi ya memang diberikan ke pertanyaan nomor enam. Alasannya karena aku lulusan komunikasi. Padahal kalau di pikir-pikir gak perlu lulusan komunikasi kan untuk bisa menjawab pertanyaan seperti itu, hehehe... ini sih alasan aku aja biar gak ditunjuk untuk menjawab pertanyaan keenam. Akhirnya setelah perdebatan diri yang cukup panjang antara egoisme yang memang pengen show off kalau aku lulusan komunikasi yang oke, sama kepengen untuk membahas sesuatu yang lain (padahal aku pengen banget membahas pertanyaan nomor tujuh, yang menjadi concern aku dari jaman masih di strata 1 dulu), akhirnya aku memutuskan saja untuk mengikuti keinginan panitia untuk menjawab pertanyaan nomor enam.

Dari pertanyaan-pertanyaan diatas, kemudian dikumpulin lah jawabannya satu per satu dari kelompok-kelompok yang sudah ditunjuk. Karena aku nggak mengikuti semua diskusi yang dilakukan oleh enam kelompok yang lain, makanya aku hanya mencatat beberapa jawaban dari hasil diskusi mereka. Beberapa loh ya, soalnya saat itu aku antara, excited, capek, ngantuk, gak bisa mikir, dll dah.

Pertanyaan pertama yang membahas masalah konflik Gaza, setelah diskusi selama 30 menit kelompok ini menjawab kalau memang tidak ada goodwill untuk berdamai dari kedua belah pihak, maka tidak akan ada perdamaian. Selain itu kelompok ini juga mengatakan bahwa seharusnya negara Islam itu bersatu untuk membantu terwujudnya perdamaian di Gaza. Terus, mereka juga ngomong perlu adanya komisi khusus untuk masalah konflik di gaza, dan sebuah NGO yang benar-benar independen.

Untuk pertanyaan kedua, tentang demokrasi di Myanmar. Kelompok ini menjelaskan tentang perjalanan demokrasi di Myanmar, yang dimulai pada tahun 90an oleh Suu Kyi setelah sebelumnya diperintah oleh militer. Proses yang terjadi kemudian bukan hanya proses domestik saja, melainkan juga proses internasional. Selebihnya aku gak nyimak, ribet dan gak pas di otakku :p

Pertanyaan ke tiga dijawab kelompok nya dengan alasan dari hukum PBB yang bersifat soft law. Tidak ada political will yang kuat dari negara-negara anggota untuk menggunakan PBB. Solusi yang mereka berikan adalah negara berkembang yang menjadi anggota di PBB jangan sampai kehilangan bargaining power mereka. Selebihnya, lepas.... hahahahaha :p

Dari situ kemudian pertanyaan ke empat hingga seterusnya gak ketangkap di otakku. Maklum dah ngliyer-ngliyer mau tidur. Tapi waktu giliran kelompokku, aku yang jadi jubir (juru bibir) nya. Agak bingung juga mau jelasin apa, tapi pada intinya, aku ngomong mau Indonesia atau Malaysia, dengan bentuk pers dan media massa yang seperti apapun, jika media massa masih menjadi corong pemerintah, maka demokrasi dengan mengandalkan media massa sebagai pilar ke empat demokrasi, akan sangat susah terwujud. Adanya cover both side melalui media massa sangat penting untuk mencapai bentuk dari demokrasi yang diinginkan. Dan aku ngomong tanpa mikir, ngalir ajaaaa.... hahahahaha.... kira-kira bener nggak ya????

Nah dari diskusi ini, kami kemudian makan siang, dengan jamuan dari kampus malaysia. Kurang lebih ajalah sama di Indonesia, ada nasi dan lauk pauk juga. Mungkin kalau diundang sama Harvard University agak beda ya jamuannya. Nah habis makan siang dan silaturahmi (ternyata banyak banget mahasiswa Indonesia yang ada di UKM) terus kita foto-foto dah... Habis itu foto-foto di banner nya UKM... Lalu pulang dengan rute yang sama seperti berangkat. Heheheh.... Sempet ketiduran juga disana. Soalnya anginnya semilir... bikin ngantuk.

Setelah itu, timbullah kejadian yang menghebohkan. Duit transport ternyata habis bis bis... Wahlah... Panitia pun merasa geram. Dan pada akhirnya (karena aku gak mau membahas yg tidak menyenangkan di blog ini) dosen kami memutuskan waktu itu adalah jam bebas hingga pukul tujuh malam. Akhirnya aku dan kelompokku (burung camar) segera melarikan diri ke twin tower. Eh gak taunya kelompok yang lainnya ternyata juga pergi ke twin tower. Kami menghindar dari kelompok yg super padat itu, dan pergi ke sisi lainnya di twin tower. Jadilah kami foto-foto bebas, sedangkan di sisi lainnya temen2 lainnya berfoto rame2 dan menunggu giliran foto narsis sendiri. Hahahaha....

Setelah puas foto di twin tower, kelompok burung camar kemudian pergi pulang ke Puduraya. Namun di tengah perjalanan kami mampir ke pasar seni, beli beberapa oleh-oleh untuk orang-orang tercinta di tanah air. Jadi deh tawar menawar dengan kakak penjual oleh-oleh yang baik dan cantik nan ramah itu. Setelah puas belanja di satu stall saja, kami langsung pulang. Kejadian lucu dari sana waktu kita mau nyebrang, kita nyebrang di tempat perjalanan yang salah. Karena takut di todong polisi sana, kami ngacir sengacir ngacirnya. Dasar burung camar.... hahahahaha....

sebelum kembali ke Puduraya, kami mampir ke foodcourt di salah satu tempat belanja di sana. Hmmm.... Makanannya enak-enak dan menggugah selera. Selain itu dengan bentuk dan jenis makanan yang semewah itu, harganya juga murah banget. Semuanya dipukul rata plus minum jadi cuma sekitar 3 ringgit aja. Jadi deh kita makan enak, setelah sebelumnya makan dengan lauk yang sangat prihatin :p

Karena waktu menunjukkan hampir pukul tujuh malam, akhirnya kami kembali ke tempat penginapan kami sebelumnya, walaupun kami sampai tepat waktu, dan menunggu kelompok yang lain untukkembali ke tempat kita dalam waktu setengah jam, kami merasa puas jalan-jalan di KL. Pukul 10 malam kami pun bertolak untuk menuju ke Hat Yai, sebuah daerah perbatasan antara Thailand dan Malaysia. Hmmm.... Apa lagi yg akan menunggu di Hat Yai ya??? Can't wait to arrive there ;)

sharing is caring

You Might Also Like

1 comments

  1. wew.. mantap tuh ... jln2 .. gratis g sie ?? :D, kpn2 ngekodd donk klo grtiss... **ngekkkk ...
    d tunggu klanjutan stori na .. hhehhe :D

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.