Journey

Hello Straya: Phillip Island, Coklat Lezat, Pinguin yang Lucu dan Reruntuhan Kapal

August 31, 2017

CLICK HERE FOR ENGLISH VERSION

Follow my blog with Bloglovin




Setelah mencoba mengunjungi pinguin di St. Kilda yang berujung gak bisa lihat dengan jelas, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke Phillip Island. Phillip Island terkenal dengan parade pinguinnya saat matahari tenggelam. 

Seperti biasa sebelum mengunjungi suatu tempat, kita coba lihat-lihat di internet, apa aja yang bisa kita lihat di tempat itu, biar nggak ngabisin waktu di satu tempat aja. Sama seperti Phillips Island ini, selain niatan untuk bisa ketemu sama pinguin, kira-kira apa lagi yang bisa ditemuin di pulau ini. 

Setelah nemu mau kemana aja, akhirnya hari Minggu kita ke Phillip Island. Mas bojo sudah wanti-wanti untuk gw pake pakaian yang tebel karena anginnya bakalan kenceng banget. Karena pakaian musim dingin gw bisa dikatakan amat sangat banyak (baca: sedikit), akhirnya gw pergi dengan kostum yang amat sangat ajaib. Mas bojo juga tau banget kalo gw lebih seneng pake rok dibandingkan jeans atau celana, dia juga ngelarang gw pake rok dan nyaranin lebih baik pakai celana panjang yang hangat, alias nggak disaranin sama sekali pake jeans. Akhirnya kostum gw adalah celana training, sepatu sport, kaos, dan mantel imut ditambah jaket, pokoknya harus anget.

Panny's Chocolate Factory

Tujuan pertama kita adalah Panny's Chocolate Factory. Sebuah pabrik coklat yang lebih besar dari Yarra Chocolatier. Gw pernah cerita tentang Yarra Chocolatier di sini. Tiket untuk masuk ke pabrik coklatnya AUD 17 untuk satu orang dewasa. 
gate to the fun 
Dengan tiket segitu dapat apa aja? Tiket untuk masuk ke pabrik coklat dan kita bakalan disuguhkan oleh cerita bagaimana mereka membuat coklat, tentang pertama kali coklat diproduksi di Australia, beberapa poster lawas yang menunjukan iklan coklat di masa lalu, juga sederet layar kecil yang menunjukan iklan coklat di masa lalu. Beberapa pajangan yang ada di sana dibuat dari coklat loh. Selain itu, mereka juga mnny'senyediakan beberapa mesin pembuat coklat untuk bisa dimainkan, jadi berasa tau gimana caranya buat coklat. 
world map made from 100% chocolate
Dame Edna Everage (Australian Comedian Character) pictures made from chocolate truffle
close up of the chocolate truffles for making Dame Edna's picture
Vintage Chocolate poster

Yang bikin menarik adalah bagaimana pabrik coklat ini bikin permainan interaktif bareng pengunjungnya. Seperti beberapa jendela atraksi  yang akan bergerak kalau kita tekan tombol yang ada di depan jendelanya. Salah satu atraksi favorit gw adalah atraksi pinguin. Atraksinya menampilkan beberapa pinguin yang menari-nari dari bulatan coklat jadi pinguin. Padahal atraksi ini sebenarnya adalah permainan cahaya dan motor penggerak saja. Tapi keren.

Video berikut ini adalah video di salah satu ruangan interaktif, yang menyajikan mesin-mesin pembuat colat yang akan berfungsi jika kita tekan tombol di sampingnya:



Video yang satu ini salah satu hiburan yang paling gw suka


Selain itu, mereka juga menyajikan permainan yang kalau kita menang, kita dapat bola kayu sebesar kelereng, dan bola ini bisa ditukar dengan coklat loh.Satu bola kayu bisa ditukar sama satu coklat bundar. Sayangnya, maksimum per orang cuma bisa punya 8 bola kayu, kalau punya lebih, tetap akan ditukar dengan 8 coklat bundar. 

Masih banyak mainan atraktif lainnya yang bisa kita mainin di dalampabrik ini. Selain itu, mereka juga punya air terjun coklat terbesar di dunia yang akan menumpahkan coklatnya setiap 15menit sekali. 

Sayangnya waktu kita datang salah satu mesin yang ada di sana lagi rusak. Mesin ini membantu kita untuk membuat coklat ala kita sendiri loh. 

The Nobbies

Setelah puas mainan di Panny's Chocolate Factory, tujuan berikutnya adalah The Nobbies. The Nobbies ini adalah gardu pandang yang berhadapan langsung dengan pantai selatan. Di sini kita juga bisa lihat Sea Rock, tempat para anjing laut berbulu biasanya berkumpul. Sayangnya karena anginnya kenceng banget, jadi nggak ada satupun anjing laut yang nongol.
The Nobbies Path
Sea Rock hit by a big wave

Selain itu, sebenarnya kita bisa lihat pinguin berkeliaran di sekitar kita. Sayangnya, karena lagi-lagi anginnya kencang, nggak ada satupun pinguin yang nongol. Tapi sebenernya kita bisa lihat beberapa pinguin di dalam kotak yang disediakan disekitaran The Nobbies loh. Kata Mas Bojo, kotak-kotak ini sengaja dibuat dan ditaruh disekitaran pinggir pantai untuk tempat berlindungnya pinguin-pinguin ini. Biasanya di siang hari para pinguin ini memang berlindung di kotak-kotak ini, kata mas bojo mereka juga perlu tidur siang (gw nggak tau sih ini beneran apa enggak). Nanti kalau matahari tenggelam, baru deh mereka keluar. Sayangnya kita nggak sampai  matahari terbenar di sana. Gw sudah nggak kuat sama kencengnya angin, en kebelet pipis mlulu.
One of the boxes which have the penguin inside 
enjoying a cup of warm coffee and fish & chip at the nobbies cafe
Walaupun angin kencengnya nggak ketulungan dan gw berkali kali menggigil padahal sudah pake mantel dan jaket, gw masih bisa menghangatkan diri kok. Di pintu masuk The Nobbies, ada satu cafe untuk sekedar menikmati kehangatan sambil ngopi-ngopi cantik, atau belanja oleh-oleh di dalamnya. Banyak pernak pernik cantik dan lucu loh yang dijual di sini. Atau pengen tau tentang kehidupan hewan-hewan kutub selatan? Kita juga bisa kok lihat di museum yang ada di dalam cafe nya ini. Bekerjasama dengan WWF, museum ini menyajikan gambar bergerak dari hewan-hewan yang hidup di kutub selatan. Tapi gw nggak masuk ke museum ini.

Phillip Island Grand Prix Circuit

Buat penggemar Moto GP, ini adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Yessss... Grand Prix Circuit. Di tempat ini Valentino Rossi dkk racing. Siapa tau tempat ini bisa jadi alternatif untuk melihat perlombaan MotoGP selain di Sepang. Di tempat ini kita bisa menikmati sensasi balapan dengan menggunakan go kart loh. 

Selain bisa melihat MotoGP, tempat ini juga mengadakan acara-acara taraf nasional & internasional lainnya, seperti Pirelli/Motul Victorian Road Race Series, Shannons Nationals, Victorian State Circuit Racing Championship, Australian Superbike Championships, Michelin Australian Motorcycle Grandprix dll (source). 

Kitty Miller Bay & SS Speke Shipwreck

Satu tempat yang tersembunyi, bahkan nggak ada jalan yang langsung menuju ke tempatnya adalah Kitty Miller Bay. Di teluk ini ada reruntuhan kapal perang yang bernama SS (Sailing Ship) Speke. Untuk menuju ke teluk ini, gw dan mas bojo jalan dari Kitty Miller Bay Car Park yang merupakan satu satunya jalanan yang bisa dilalui menggunakan mobil. Setelah itu, kita turun ke pantainya dengan jalan kaki. Sebenernya, saat sampai di pantainya, sudah merupakan bagian dari teluk ini, tapi untuk sampai ke reruntuhan kapalnya kita harus berjalan sedikit jauh ke arah timur.
strong wind that going to ruin your perfect hairdo...lol
Dari pantai di teluk Kitty Miller, Mas Bojo mengajak gw jalan kaki melewati bukit yang ada di sepanjang teluk ini. Susah banget, karena harus naik ke bukit melalui jalan setapak yang kita buat sendiri. Mereka sama sekali nggak membuat jalan untuk kita loh. Ngeri-ngeri sedap sih, karena kita harus jalan di bukit, yang nggak jarang jalannya harus kita buat sendiri, ditengah padang rumput yang tingginya setinggi gw. Belum lagi di bawah sudah menunggu karang dan langsung air laut, dan di sebelahnya membentang pagar milik peternak sapi yang dialiri listrik. Gw jatuh bangun untuk sampai ke reruntuhan kapalnya, anginnya kenceng banget.
SS Speke Shipwreck 

Sesampainya di sana, kita langsung disajikan pemandangan reruntuhan kapal yang sebenarnya nggak begitu jauh dari pinggir pantai. Menurut sejarahnya sih Speke ini adalah kapal penjelajah yang tujuan sebenarnya adalah berlabuh di Sidneydari Peru pada Februari 1906. Hingga suatu ketika kapal ini terbawa arus ke Kitty Miller Bay yang merupakan bagian dari Bass Strait yang terkenal sangat berbahaya. Walaupun hampir semua penumpangnya selamat, tapi hanya ada satu penumpang yang tidak terselamatkan saat perahu penyelamat ikut terbalik saat mereka ingin menyelamatkan mereka. Menurut cerita, kapal ini tersesat di teluk ini karena nahkoda kapalnya saat itu mengira kebakaran hutan di sekitar pulau itu adalah lampu navigasi. 
the good scenery around the shipwreck
Sebenarnya, tempat ini menyajikan pemandangan yang indah, bangkai kapal ini dihiasi dengan batu pantai sebagai pengganti pasir pantainya. Selain itu, karena jalan menuju ke bangkai kapal ini bukan jalan yang mudah dilalui, kita disuguhkan dengan pemandangan alam yang benar-benar alami. Semua ketakutan dan capek langsung hilang. 

Karena hari sudah mulai gelap, dan perlu waktu sekitar satu jam untuk kembali ke rumah, jadi kita sudahi jalan-jalan di Phillip Island nya. Tapi, gw bakalan balik lagi ke Phillip Island untuk menjelajahi beberapa tempat yang belum didatangi.

Follow my blog with Bloglovin

sharing is caring

You Might Also Like

2 comments

  1. waaa penasaran ama pinguinnyaaa ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak... Hehehe... Pas ke sana pada ngumpet semua... 😄

      Delete

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.