food

Cara Mengobati Kangen Indonesia

March 25, 2018


Pindah ke Australia sejak April 2017 sebenarnya nggak bikin gw otomatis homesick karena perbedaan gaya hidup antara Indonesia dan Australia sih. Gampangannya sih karena kehidupan di Australia yang cenderung baru, mulai dari orang-orangnya, bahasanya, sampai gaya hidupnya, bikin gw jadi lebih tertantang untuk survive di tempat ini. 

Apalagi memang gw orangnya ini dari dulu memang suka pindah-pindah. Yang pasti akan lebih senang tinggal di tempat yang bikin gw merasa bebas untuk mengekspresikan diri sendiri. 

Tapi, ada kalanya sebagai orang yang lahir dan menghabiskan waktu untuk tumbuh di Indonesia, gw merasa kangen banget sama Indonesia. Terutama masalah makanan yang perbedaannya jauh banget. Bayangin aja kalau di Indonesia terbiasa dengan makan nasi tiga kali sehari, di Australia belum tentu seminggu sekali. 

Jadilah di rumah ada semacam jadwal tak tertulis gitu kalau gw bakal bikin masakan Indonesia sekali seminggu. Biasanya sih tiap hari Minggu dan itu makan malam. Karena gw pikir porsi makanan Indonesia mah banyak. Plus kalau hari Minggu kan artinya bisa tidur sampai siang. 

Selain hari Minggu, gw juga terkadang bikin camilan untuk Mas Bojo. Biasanya sih gw siapin untuk dia waktu pulang kerja. Jadi semacam camilan sore sepulang kerja. Kenapa? Ya karena gw nya juga belum dapet kerjaan, jadi memang lebih banyak waktu di rumah.

Karena setiap hari Minggu jatahnya masak masakan Indonesia, jadi banyak hal yang harus gw lakukan. Dan buat gw ada sisi positif nya juga loh. Selain mengobati kangen sama Indonesia, tentunya.

Apalagi mau cari yang berbau Indonesia itu perjuangan (menurut gw sih). Selain karena bahan-bahan dasar cukup mahal di sini, semua barang yang berbau Indonesia (dan Asia) harganya lebih mahal daripada yang berbau bule (yaiyalaaaahhhhh menurut ngana?!)

Baca Juga: Tempat Beli Makanan Indonesia di Australia

Jadi Familiar Sama Dapur

Sebenernya sih gw bukannya nggak bisa-bisa amat masak, tapi bukan orang yang jago masak juga. Tapi gw juga nggak pernah betah ada di dapur. Hehehe. Jadi kalau masak, dulu mah banter masak indomie rebus. 

Tapi, karena sekarang susah untuk cari warung atau restaurant bertema Indonesia, mau nggak mau harus buat sendiri, dan harus familiar sama dapur dan semua barang-barang dan bahan-bahan di dalamnya.

Sebenernya gw nggak setuju dengan terms "perempuan harus bisa masak." Karena menurut gw laki-laki atau perempuan bisa masak atau enggak itu bukan keharusan. Jadi, walaupun gw barusan aja familiar sama dapur, tapi Mas Bojo malah lebih dulu familiar sama dapur. Menurut dia sih laki-laki masak hal yang wajar. 

Iya juga sih, Gordon Ramsay kan laki-laki ya...

Jadi Lebih Kenal Makanan Indonesia

Sebelum pindah ke Aussie, gw nggak pernah ngerasain seblak, cilok, cimol, ataupun sempol loh. Tapi, setelah pindah malah jadi ngerasain. Belum lagi beberapa masakan daerah lainnya. Walaupun sekarang tingkatnya masih tingkat sederhana. 


cimol Bandung homemade

tahu (tofu) pletok & fried siomay, also home made
Karena nggak mungkin juga gw setiap Minggu masaknya itu-itu aja kan. Jadi harus banyak-banyak punya referensi masakan Indonesia pastinya. 

Jaman sekarang kan gampang banget cari resep-resep khas Indonesia. Jadi nggak susah-susah amat sih nyari masakan khas Indonesia. Apalagi kalau resepnya resep asli yang bahannya pun nggak susah-susah amat nyarinya.

Jadi Kreatif

Ada kalanya gw juga harus lebih kreatif gitu. Misalnya kalau bahan-bahannya nggak ada di jual di supermarket, gw harus gimana. Paling enggak harus tau kalau nggak ada bisa diganti sama apa. 

have to be familiar and lots of mix and match too
Misalnya nih, susah banget kan cari kencur sama kunyit. Kalau beruntung dapet aja itu kencur di supermarket seperti Coles atau Woolworth. Kalau enggak mah mentok dapet yang bubuk. Jadi gw biasanya sih suka pakai yang ada aja. 

Hasilnya juga nggak mengecewakan kok. Ya bisa lah dicerna dengan sukses.

Selain itu, kreatif padu padan juga.

Nggak setiap Minggu Mas Bojo mau masakan Indonesianya disajikan sama nasi. Dan nasinya pun juga nggak nasi putih biasa. Hasilnya gw harus bisa cari pengganti nasi yang cocok sama menu yang gw sajikan.

Mengenalkan Indonesia Lewat Makanan

Sebenernya mengenalkan Indonesia sangatlah tidak gampang menurut gw. Gw harus sangat berhati hati untuk nggak terlalu overproud loh. Karena salah-salah bisa blunder. Menyampaikan cerita dan fakta yang disertai dengan data-data itu nggak gampang. Apalagi salah-salah malah jadinya generalisir padahal maksudnya cuma lingkungan disekitar tempat gw tinggal waktu di Indonesia.

Nggak ada salahnya sih bangga dengan darah Indonesia yang mengalir di tubuh kita. Yang penting jangan blunder aja, atau malah akhirnya membanding-bandingkan. 

Misalnya Indonesia itu begini begitu, kalau Australia kan begini begitu. Malah jadinya bukan mengenalkan tapi membandingkan. 

Gw sih lebih senang mengenalkan dengan cara kebiasaan atau ya dengan makanan. 

Kata orang dari perut turun ke hati. EEEYAAAAKKKKK!!!

Jadi sekali mendayung, dua pulau terlampaui dong. Selain bisa mengobati kangen sama makanan Indonesia, juga sekalian mengenalkan kuliner Indonesia. 


Nggak Harus Masakan Indonesia yang Njelimet

Dari kita semua pastinya selalu setuju kalau rendang adalah makanan yang paling nikmat se dunia. Semua orang mengakuinya. Tapi, terkadang gw agak pesimis kalau mau bikin rendang ala-ala rendang pandang gitu. 

Karena, njelimet. Bumbu yang dibutuhkan banyak, dan juga (sekali lagi) susah didapatkan di sini. Atau malah mahal banget. 

Simple dan Cepat Sebagai Langkah Awal

Mau mulai dari mana? Dimulai dari kuliner yang sederhana aja dulu, kalau gw. Kalau di Indonesia, gampang banget kan cari jajanan pasar, atau jajanan gorengan disetiap sudut jalan. Kalau di sini nggak ada pasar, dan kalau lagi pengen pisang ijo, atau ongol-ongol, nggak bisa didapetin juga di swalayan.
potato doughnut, I made it with following Australian way
Malah jadinya ribet kan, karena harus beli bahannya dari nol, dan buat sendiri. Sebenernya kalau buat sendiri sih jadi lebih higienis sih, tapi mungkin akan menghabiskan banyak waktu, apalagi kalau buat first timer seperti gw. 

instant spices could be a great choice for a newbie 
Jadi, gampangannya gw malah lebih dulu masak kuliner yang berat. Lebih gampang lagi malah beli bumbu jadi. Beneran! Karena terkadang beli bumbu jadi malah lebih cepet. Dan buat pemula, beneran membantu banget loh. Tinggal cemplung-cemplung jadi.

Nggak Harus Saklek Sama Nasi Putih

Karena sekarang gw nya tinggal di lingkungan yang nggak menjadikan nasi putih bagian dari makanan sehari hari mereka, jadi gw harus bisa cari makanan yang nggak harus disajikan sama nasi putih.

Indonesian chicken grilled with sweet soy sauce, mix with peas, corn cub and chips
Yaps, ini salah satu contohnya. Ayam bakar kecap ini nggak pakai nasi putih. Cukup dikasih kentang goreng sama jagung dan peas. Buat Mas Bojo sih ini sudah cukup mengenyangkan loh.

one of my boyfriend's favorite Gado Gado

Atau gado-gado yang biasanya cuma dijadikan makanan "ringan" aja di tempat kita (kata nyokap karena nggak ada nasinya), tapi buat Mas Bojo cukup mengenyangkan loh. 

Apalagi, karena menurut dia semua sayur yang ada di dalamnya cukup untuk asupan vitamin dari makanan, gw tinggal modifikasi gado-gadonya dengan nambahin ayam. Cukup di grill dengan garam dan merica, atau nggak pakai bumbu apa-apa, karena toh ada saus kacangnya.

Indonesian chicken rendang (made from instant spice) and rice
Nggak semua masakan Indonesia nggak pakai nasi kok. Ada saatnya masaknya juga pakai nasi. Seperti rendang yang gw buat dari bumbu jadi ini. Karena nikmatnya pakai nasi, jadi pakai nasi deh. Dan Mas Bojo terbiasa pakai sayuran hijau, sedangkan gw bingung, sayuran hijau mana yang pas buat rendang, tapi bukan seperti sayuran yang biasanya ada di rumah makan padang.

Jadilah gw campur pipilan jagung sama peas waktu masak nasi ditambah rosemary biar harum nasinya. 

Makin Ke Sini Makin Banyak Variasi

Siapa yang nyangka akhirnya gw terbiasa banget sama dapur. Akhirnya gw mulai lancar jaya menggunakan semua perangkat dapur. Nggak harus ngukur-ngukur lagi dengan tepat 100% pakai sendok ukur buat semua bumbu, hehehe. 

Yang pasti sih makin cepet bikin sesuatunya, dan variasinya makin lama makin banyak.

nasi goreng jawa (Javanese fried rice) homemade
Seperti nasi goreng ini. Ini salah satu kuliner yang gw buat dari nol loh (#bangga). Untuk buat nasi goreng ini, walaupun gw harus tanya nyokap dulu, dia bikinnya seperti apa, tapi ada beberapa yang gw tambahin dan gw sesuaikan sama selera Mas Bojo.

spinach soup, chicken honey grilled and corn fritter
Atau paduan sayur bayam (favorite Mas Bojo juga), ayam bakar madu, sama bakwan jagung yang gagal, dengan nasi putih biasa yang dicampur dengan jagung dan peas. Simple banget kan. Tapi kalau makannya nggak tiap hari jadinya luar biasa loh.

Sebagai penggemar pedas, sudah saatnya mengenalkan bermacam-macam sambal ala Indonesia ke Mas Bojo juga dong. Sesudah sambal terasi dan sambal tomat (yang dia nggak suka), juga sempat ngenalin sama sambal kecap. ternyata Mas Bojo malah suka. 

Balinese satay lilit & sambal matah with nasi uduk (rice with coconut milk) and scrambled egg

Selain itu, baru-baru ini gw juga bikin sambal matah & sate lilit juga. Ditambah sama nasi uduk lengkap sama telur dadar nya. Hehehe. Kata Mas Bojo nasi nya beda, dan enak. Plus paduan nasi uduk, sambal matah dan telur dadarnya bikin dia pengen nambah lagi. 

fried chicken with salty egg
I don't know where is the origin of this meal, but it pretty popular in Indonesia
Masakan terlama yang pernah gw buat? Ayam goreng telur asin. Lama banget, 3 minggu. Hehehe. Karena gw bikin sendiri telur asin, nggak nemu telur asin dijual di sini, jadi buat sendiri deh.


Dan dengan begini gw bisa mengobati kangennya gw sama Indonesia, dan termasuk bangga loh. Selain ternyata kemampuan memasak gw meningkat, gw juga semakin lama semakin familiar sama masakan Indonesia.

Ada kebanggaan tersendiri saat mengenalkan kuliner-kuliner ini setiap minggunya ke Mas Bojo, dan dia menikmatinya. 

Kira-kira Minggu ini mau masak apa lagi ya??
Ada ide?

sharing is caring

You Might Also Like

4 comments

  1. Seru banget yaa dan dipaksa jadi kreatif hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, namanya juga terpaksa kan ya, hehe...

      Delete
  2. Enyaaakk semuaa Miss 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww.. makasih Mbak Athiah :)

      Delete

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.