Journey

Hello Straya: Great Travelling to the Edge of the Land Down Under... Great Ocean Road

September 02, 2016


Sudah lama ya nggak bikin tulisan tentang liburan kemarin. Masih ada sisanya? Masih dong ah.
Kemarin gw sudah bikin post tentang pergi ke beberapa tempat selama gw di Australia. Sebut saja Bersenang - senang di jalanan Melbourne, Pergi ke William Rickett's Sanctuary, mengunjungi dan piknik di Ollinda Fall, Short date di Cranbourne Royal Botanical Garden, yang mana dekeut banget sama rumah, kenalan dan jalan-jalan dengan orang tua mas Pacar di kebun binatang khas Australia, Healsville Sanctuary.


Nah,
kali ini, gw mau cerita tentang perjalanan gw ke tempat yang ada di ujung benua ujung ini, yisss... jalan-jalan ke Great Ocean Road. Great Ocean Road adalah jalanan super panjang yang ada di ujung Victoria, membentang sepanjang 243 kilometer, Great Ocean Road merupakan sebuah tempat memorial untuk mengingat para tentara Australia yang pulang dari perang. Mereka membuat jalanan ini untuk mengenang teman-teman mereka yang gugur di medan perang.



The Great Ocean Road, Road Map
Berawal dari Tourquay, Victoria, perjalanan kita dimulai... Err, sebenarnya awalnya adalah dengan susah payah bangun pagi-pagi dan bergelut dengan udara musim gugur Victoria yang enak banget buat mager di tempat tidur. Setelah dengan susah payah mengumpulkan nyawa yang tercecer, berangkatlah kita dari Cranbourne menuju Great Ocean Road. Si Mas Pacar yang nyetir, eikeh? Tidur lagi dong... hahaha...


Perjalanan kita enak banget, serasa pergi menuju ke pedesaan gitu. Cuacanya sejuk, matahari juga bersinar dengan indah, apalagi di musim gugur, susah banget deh bisa lihat matahari di Cranbourne. Thank God, cuaca bersahabat.


Rencana awal adalah, menginap di perkemahan yang ada di sana. Jadi kita bawa selimut tebel dan tentu saja BEKAL!! Bekalnya sih nggak macem-macem... Enggak, kita nggak bawa indomie, hahahaha.... Bawaannya cuma sandwich kok. Enak sih kalau mau bawa sandwich, nggak repot, karena di shopping center semua tersedia, dan sudah di potongin. Tapi, karena tenda si Mas Pacar di pinjam anak-anaknya, dan beberapa komponen hilang, akhirnya kita memutuskan untuk membeli tenda nantinya di perjalanan. Honestly, gw waktu itu juga masih ragu antara pengen berkemah atau langsung pulang aja.


Breakfast at Angelsea

Setelah melewati Torquay, perjalanan kita disuguhi oleh indahnya pemandangan laut di Selatan bumi. Biru dan seger. Seperti kebanyakan perjalanan kami, kita disuguhi oleh udara yang super sejuk. Kita berhenti di sebuah kota kecil bernama Angelsea, berada di tepian laut. Harapannya sih kita bisa ketemu Maccas (Mc Donald) di sana, ternyata, Angelsea belum dijamah oleh Maccas. Padahal kita lagi pengen banget cari kopi. Setelah berhenti sejenak mencari dimana Maccas melalui GPS dan akhirnya give up karena letaknya yang bikin kita harus balik lagi ke kota sebelumnya, akhirnya kita harus mencari bakery shop untuk sarapan dan kopi.

Not really friendly crow
Bakery shop di Angelsea, sama seperti Bakery Shop di semua tempat di Australia, mereka nggak cuma jualan roti tawar doang, tapi, banyak macamnya, dan KOPI tentunya. Setelah memesan cappuccino dan sandwich isi ayam, kita berdua menikmati nya di taman dekat komplek pertokoannya ditemani oleh sejuknya udara pagi, dan matahari yang mulai bersinar plus, beberapa burung gereja dan juga dua burung gagak.


Sembari menikmati sarapan kita, terkadang kita juga dihibur oleh beberapa burung gereja yang main kucing-kucingan dengan burung gagak. Kita berdua terhibur dengan ulah mereka. Sekali lagi, walaupun pinggiran, Angelsea sama seperti kota-kota lainnya di Australia, bersih. Jadi, setelah selesai makan, semua sampah harus dibuang sendiri ke tong sampah, dan mereka memang benar-benar melakukannya.


Split Point Lighthouse

Setelah kenyang sarapan, berangkatlah kita kembali mengitari Great Ocean Road. Karena gw penasaran banget sama mercusuar, Mas Pacar ngajak untuk pergi ke mercusuar pertama yang kita temui di Great Ocean Road. Namanya Split Point Light House.
Split Point Lighthouse Discovery Trait


Perjalanan ke Split Point memang sedikit tricky, harus beneran percaya sama sign nya. Jadi kemarin sempet aja gitu nggak percaya sama sign nya yang bilang "jalan menuju mercusuar arah sebaliknya", padahal jalan itu pas banget menuju langsung ke mercusuar. Dengan pede nya dong kita bawa mobil ke sana, eh nggak taunya memang nggak ada jalan, muter balik deh.

The lighthouse


Ternyata memang bener, jalan menuju mercusuarnya ada di jalan sebaliknya. Jalannya juga cukup luas, cukup untuk dua mobil. Tapi untuk menuju mercusuarnya, kita harus parkir mobil tepat di tempat parkir yang disediain, dan jalan naik sepanjang 1 kilo untuk sampai ke mercusuarnya. Di sana juga ada beberapa rumah tinggal untuk menuju ke sana, ada juga café untuk kita-kita yang mau istirahat sambil menyeruput kopi hangat, boleee...
Small Café at Split Point


Split point adalah salah satu mercusuar yang letaknya ada di Aireys Inlet, kota kecil yang bisa dikunjungi ketika kita pergi ke Great Ocean Road. Aslinya namanya adalah Eagle Nest Point. Sekarang mercusuar ini digunakan sebagai tower untuk salah satu produsen mobile phone di sana. Katanya sih kita bisa masuk ke dalam sana, sesuai dengan jadwal yang dikasih, tapi sayangnya kita datang ke sana pas di waktu yang nggak sesuai dengan jadwalnya.... Overall, I love this light house.


Ada yang nyebelin waktu datang ke sini. Saking banyaknya wisatawan Asia yang dating, dan mereka suka banget berhenti di tengah jalan buat selfie... Alright, masih nggak papa, kemudian, ada pasangan lain dateng, dan hebohnya adalah dia parkir mobilnya tepat di depan mercusuar, di tanda "difable only"... Mantap kan ini Asia... Bikin malu (iyalah, secara gw juga termasuk Asia).
The View


Beside turis Asia yang seenak hatinya, pemandangan di mercusuar ini juga bagus banget. Apalagi kita datang ke sana pas pagi hari. Udara laut yang segar dan pemandangan yang indah, Pokokmen inyonge sukak kiyek. Mau tau lebih banyak tentang mercusuar ini sebelum pergi ke sana, silahkan di jelahi dulu WEBSITE nya.


The Great Ocean Road Memorial Arch

Abis dari Splitpoint lalu mulailah kita menjelajahi Great Ocean Road. Ada papan dimana petunjuk resmi kalau perjalanan kita dimulai di situ. Nah, di tempat ini juga banyak banget turis nya. Asia? Iya... Datengnya ber bus bus. Turis dari China Mainland ada 3 bus, turis dari India ( I think) ada 2 bus. Penuh sesaklah itu tempat, secara tempatnya itu kan cuma di pinggir jalan. Kita sampai susah banget cari parkiran.

Memorial Arch


Tempat ini jadi tempat pemberhentian pertama di tour de Great Ocean Road kita. Di sana selain ada gapura, juga ada monumentnya. Seperti cerita gw di awal, Great Ocean Road ini dibangun oleh tentara Australia sebagai monument mengingat Perang Dunia Pertama.
The statue

Menurut ceritanya Gapura yang sekarang ini adalah gapura ketiga yang dibangun. Beberapa tahun yang lalu saat terjadi kebakaran hebat di Negara bagian Victoria ini, gapura ini ikut kebakar. Akhirnya dibangun ulang lagi deh.


Erskine Waterfall

Nggak jauh dari Memorial Arch, kita berhenti di air terjun yang namanya Erskine Waterfall. Terletak di kota Lorne, masuk ke wilayah ini memang agak jauh dari pusat kotanya, yang mana pusat kotanya berada di pinggiran laut. Untuk sampai ke tempatnya, kita harus menurunin jalan setapak jauuuuh ke bawah. Begitu sampai ke bawah, kita disuguhi oleh pemandangan air terjun yang masih alami, dan jernih. Bisa jadi karena musim gugur, jadinya air terjunnya nggak begitu deras.
The Erskine Waterfall
Kita juga bias menikmati berdiri di tengah-tengah sungainya yang dihiasi batu sungai yang besar-besar. Hati-hati terpeleset ya. Kalau arusnya deras, lebih baik nggak usah mainan di sungainya. Tenang aja, banyak tanda peringatan, semuanya tergantung kita sih, mau ngikutin tandanya atau bandel, hehehe...
The Step
Naik keatasnya yang super duper melelahkan. Karena turunnya jauh banget, naiknya jadi penuh dengan tenaga. Bener-bener ngabisin tenaga. Sampai di tempat parkir jadi cape banget, dan mulai deh ngerasa laper.


Appolo Bay

Setelah dari air terjun, perjalanan kita berikutnya adalah menuju Great Ocean Walk Monument yang ada di Appolo Bay. Sebelum sampai ke Appolo Bay, kita berhenti dulu di sebuah pantai yang baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus banget. Entah apa namanya.

Can you tell me what's the name of this beach?
Setelah berhenti sejenak, bernapas, pipis, dan mencari ritme nafas yang pas setelah ngos ngosan di air terjun (dan akhirnya gw kapok ke air terjun lagi hari itu), lalu berangkatlah kita ke Appolo Bay. Di sini, kotanya lumayan besar, dan sepertinya kota terbesar di bentangan Great Ocean Road. Jadi kalau mulai mau cari bekal, atau berhenti makan siang, di tempat ini.
Begin your walk at Apollo Bay
Di tempat ini kita juga beli peta. Bukan biar nggak tersesat, tapi karena harus tau kemana aja kita pergi. Di kota ini ada toko souvenir yang menjual nggak cuma souvenir, tapi beberapa brosur tentang Great Ocean Road.

MAP and Brochure for us

Setelah beli map, si Mas Pacar kebelet ke toilet lagi. Daripada bosen, mending jalan-jalan deh gw. Akhirnya poto sana sini. Di tempat ini, seperti banyaknya kota-kota yang kita lewati, semuanya punya taman yang bagus yang ada di pinggir laut. Jadi kita bisa piknik sambil merasakan sejuknya angin laut dan pemandangan yang indah. Bisa dapat free wi-fi juga, tinggal masukin kodepos aja. Hehehe...


Di kota ini juga kita sekalian makan siang. Hehehe... Habis beneran enak sih tempatnya. Kali ini kita makan ditemenin sama burung camar. Jadi mereka seperti anjing gitu, nungguin kita makan, dan kalau dilempar makanan baru rebutan ngambil. Seru deh.


Gibson Steps, Twelve Apostle, and Loch Ard Gorge

The main attractions of this journey... Kumpulan batu-batu di ujung pulau Australia. Pertama kita nyampe di Gibson Steps. Tempatnya di pantai yang landai, dan kalau ke sana harus turun ke tangga yang lumayan curam. Keselnya, tangga ini cukup untuk satu orang aja, dan weekend adalah hari turis. Jadi kalau kalian pengen datang ke tempat ini, please, jangan berhenti di tengah jalan waktu mau turun ke pantainya ya. Mengganggu perjalanan orang-orang yang lain. Macam turis dari Asia yang gw temuin. Ada yang berhenti tengah jalan, NGOBROL sama temennya. Ada juga yang ngobrol sama suaminya, dia di bawah, suaminya di atas, teriak-teriak udah macam dia ada di rumahnya sendiri aja.
Step to Gibston Beach
Tapi keselnya ilang lah begitu kena angin laut yang lagi kenceng-kencengnya itu. Entah kenapa tiba-tiba langsung aja cuaca sedikit memburuk. Angin laut jadi kenceng banget, dan awan mendung menggelayut di langit #halah. Tapi ini nggak ngalangin gw buat menikmati Gibson Step.

The Gibson Steps
Eh tapi, takut juga sih untuk deket-deket ke lautnya. Takutnya anginnya makin kenceng, ombaknya makin gede. Mana lari di pasir pantai kan nggak bisa kenceng kan yaaa. Belum lagi naik ke atasnya, dengan banyaknya turis...Wew...


Abis dari Gibson Step, langsung aja kita ke Twelve Apostle. Ini destinasi yang paling banyak dikunjungi orang-orang. Soalnya rame banget. Dan tempat parkirnya juga luas. Selain menikmati dari darat, kita juga bisa menikmati dari udara. Di sini kamu bisa sewa chopper (helicopter kecil) untuk muter-muter di atas twelve apostles.

The Twelve Apostle

Pertanyaan gw waktu itu adalah. Kenapa namanya twelve apostles? Sedangkan formasi batunya nggak sampai dua belas. Mas Pacar cuma bilang, yang sekarang adalah apa yang tersisa dari duabelas formasi batunya. Karena terkikis sama angin dan air laut, ada yang hancur dan ada yang pelan-pelan erosi. Sayang sih, tapi kalau sudah berhubungan dengan alam, bisa apa kita, ya nggak.


Nah, tempat yang paling gw sukak adalah Loch Ard Gorge. Kenapa? Kalau datang ke tempat ini gw berasa ada di Pirates of the Caribbean. Tempatnya bagus, dan pantai tersembunyi diantara dua buah batu karang plus stalagmite outdoor yang menurut gw bagussssssss banget.
Loch Ard Gorge

Sekali lagi, karena cuacanya sedikit kurang bersahabat, gw takut gitu ke pinggir pantainya. Walaupun ombaknya nggak tinggi banget, tetep aja kali yaaaa. Apalagi saat di sana hujan mulai turun, DERAS. Lari-lari deh kita naik ke atas buat berlindung, daripada basah, nggak bawa ganti cuy. Aneh ya, padahal rencana mau berkemah, tapi nggak bawa baju ganti. HAHAHAHA...


Dan..
Pada akhirnya kita memang nggak jadi berkemah, karena apa? Karena nggak ada toko semacam K-Mart yang jual alat camping. Jadi, pulang dong kita ke Cranbourne. setelah perjalanan malam yang gelap, tegang (gw nya), dingin, dan lapar. Kita berencana makan kebab. Resto kebab langganan Mas Pacar lagi penuh sesak, padahal itu jam 11 malam, akhirnya kita pergi ke resto kebab di kota tetangga. Yassalam, kebabnya gede dan banyak dagingnya. Gw makan kebab campuran ayam dan kambing, laziz ya. Tapi karena bentuknya yang super gedong, gw nggak kuat ngabisin, akhirnya sisa kebab gw dijadikan makan pagi besoknya, hahahahaha...


Oks,
Sekian jalan-jalan gw di Victoria. Pastinya gw pengen balik ke Great Ocean Road. Banyak tempat yang belum gw kunjungi. Tau sendiri kan rasanya ngentang. Mudah-mudahan mas Pacar mau ya diajak ke Great Ocean Road lagi. More waterfalls, more rock formations, more fun.

sharing is caring

You Might Also Like

2 comments

  1. Ih seru ya, banyak bgt ya bisa dinikmati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ayo main-main ke land down under :)

      Delete

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.