Journey

Hello Straya: Jalan-Jalan ke Semenanjung Mornington

February 11, 2018


Akhirnya,

Pos tentang jalan-jalan lagi. Hehehe. Setelah habis waktu untuk fokus ke pergantian visa (dan masih on going) saatnya melemaskan otak, otot, dan semua ketegangan beberapa bulan yang lalu.

Iya sih, kita masih on budget, apalagi setelah lodge visa yang menghabiskan banyak dana. Tapi bukan berarti nggak bisa jalan-jalan kan. Apalagi cari tempat yang nggak perlu bayar banyak banget di sini. Jadi walapun masih on budget masih bisa lah sedikit melepaskan stress. 

Salah satunya jalan-jalan ke Semenanjung Mornington. Semenanjung Mornington ini adalah salah satu tempat turis yang terkenal loh di Victoria, Australia. Karena namanya semenanjung, semua daya tariknya memang kebanyakan berhubungan dengan pantai.

Semenanjung Mornington menyediakan pemandangan yang indah, segarnya udara pantai, kebun anggur, cafe-cafe, dan tentu aja pantai-pantainya.

Gw juga pernah bikin post tentang jalan-jalan gw ke Point Nepean. Nah kalau kalian pernah baca, Point Nepean ini juga salah satu bagian dari Semenanjung Mornington ini loh. Selain Point Nepean, ada juga beberapa tempat yang bisa dikunjungi.

Enaknya lagi hampir semuanya gratis. Ya kecuali kalau mampir ke toko souvenir atau ke cafe sih. Ya pasti bayar lah, hehehe.

Baca Juga: Remembering Australian Army in Cool Way

Selain itu, ternyata Semenanjung Mornington ini berhadapan sama Phillip Island juga. Jadi kalau kita berdiri di salah satu gardu pandang yang ada di sekitaran semenanjung ini, kita bisa lihat Phillip Island nya, walaupun cuma segaris. Selain bisa lihat Phillip Island, kita juga bisa lihat salah satu pulau lagi, namanya French Island, tinggal cari posisi gardu pandang yang tepat.

Baca Juga: Phillip Island, Coklat Lezat, Pinguin yang Lucu dan Reruntuhan Kapal

Tapi, karena banyaknya gardu pandang dan pantai di sekitar semenanjung ini,  Mas Bojo dan gw nggak bisa ngabisin semuanya di satu kali trip, apalagi kita berangkatnya sudah jam 11 siang waktu itu. Jadi beberapa tempat aja yang kita kunjungi. Mana aja?

HMAS OTAMA

Yang jadi tujuan pertama kita adalah ngeliat kapal selam. Yeps, kapal selam. Tapi bukan kapal selam seperti yang ada di film Transformer terakhir itu yaps, yang kitanya bisa masuk ke dalamnya, tapi lebih ke reruntuhan kapal selam, namanya HMAS Otama.

this is the nearest pict I can get for the submarine

HMAS Otama ini adalah kapal selam yang pernah digunakan Royal Australian Navy (RAN). Kalau mau lihat reruntuhan ini, tempatnya di daerah Stony Point, Hasting. Tepatnya di Western Port Bay. Tinggal ikuti Woolleys Road, dan pantainya tepat di depan Victorian Maritime Center.

Diambil dari bahasa Aborigin di daerah Queensland Utara, Otama yang berarti lumba-lumba, dibuat di Skotlandia sama Scott Ship Building & Engineering Company  di Greenock 25 May 1973, dan diluncurkan pada 3 Desember1975, kapal selam ini menjadi bagian dari RAN pada 27 April 1978. 
HMAS Otama ini adalah kapal selam dengan kelas oberan yaitu kelas kapal selam yang didisain oleh Inggris dan hanya beroprasi untuk lima Negara aja. Kelas oberan ini merupakan kapal selam dengan kelas yang lebih tinggi dari pendahulunya (Porpoise) di bagian persenjataannya walaupun bentuknya sama persis. 

HMAS Otama ini beroperasi sampai tahun 2000, setahun lebih lambat. Karena seharusnya di tahun 1999 kapal selam ini digantikan oleh HMAS Stirling. Tapi karena ada masalah dengan terlambatnya penyelesaian kelas terbaru dari kapal selam yang baru (collin-class), jadinya kapal selam ini selesai beroprasi di tahun 2000.

Setelah selesai beroprasi di tahun 2000, tahun 2001 kapal selam ini terjual ke Western Port Oberon Association, dan rencananya mau dibuat musium hidup gitu. Tapi karena izin dan yang lainnya, kapal selam yang kemudian bersandar di Western Port Bay di tahun 2002 masih ada di laut, dan menunggu.
Victorian Maritime Museum sign (1)
Victorian Maritime Museum sign (2)

Victorian Maritime Museum
*Sorry about the backlight from the sun :( 
Kalau datang ke pantai di depan museum Victorian Maritime Center, yang namanya Western Port Bay Look Out Beach, kita memang nggak bisa ngeliat dengan dekat kapal selamnya. Karena kapalnya tertambat sedikit ke tengah laut. Jadi butuh speed boat untuk bisa deket ke kapal selamnya. Ada kok beberapa yacht dan speed boat yang berlayar deket ke kapal selamnya. Kata Mas Bojo sih, itu beberapa yacth dan speed boat dari yacht club yang ada di kota Hasting.

Western Port Bay Lookout Beach
Pantainya sendiri sebenarnya juga nggak jelek-jelek amat. Garis pantainya nggak panjang, dan cukup untuk bisa piknik di pinggiran pantainya, sembari melihat kapal selamnya. Selain itu, beberapa tanaman mangrove juga tumbuh di tepi pantainya, jadi sedikit ada warna hijau diantara pantai dan lautnya. 

POINT LEO LOOK OUT

Setelah puas berusaha ngeliat kapal selam yang cukup jauh, dan cukup susah untuk diphoto. Mas Bojo ngajak untuk pergi ke tempat selanjutnya, yaitu Cape SChanck. Sebelum sampai ke sana, kita berhenti dulu di tempat yang cukup ujung, dan dari sana kita bisa ngeliat ujung dari Philip Island. namanya Point Leo Look Out.

Tempat ini juga dijadikan tempat untuk camping atau cukup BBQ-an aja. Selain itu, mereka juga punya taman bermain buat anak-anak. Jadi anak-anak nggak bakalan bosan.

wild bunnies
Di tempat ini, kalau beruntung bisa ketemu sama kelinci liar. Karena liar, mereka nggak mau dideketin sama manusia. Jangan sampai dibunuh terus di makan ya. Di Australia malah hewan liar begitu dilindungi. 

Dateng ke tempat ini nggak usah bayar apa-apa. Gratis tis. Kalau mau berkemah cukup bawa tenda sama makanan untuk BBQ. Kompor BBQnya juga sudah disediakan di sini. Sama seperti kebanyakan taman-taman lainnya di Australia, beberapa taman yang diperbolehkan untuk BBQ mereka sudah menyediakan kompor buat manggang. Jadi tinggal bawa makannya aja. 

Di tempat ini sebenernya juga bisa ke pantai. Cuma karena kita keburu, jadi kita nggak turun ke pantainya. Beberapa orang malah coba buat surfing di pantai ini. 

CAPE SCHANCK

Tujuan terakhir kita dan paling lama nih, Cape Schanck. Tempat yang berada di ujung paling Selatan dari Semenanjung Mornington ini merupakan tujuan populer di Semenanjung ini. Kenapa? Selain kita bisa menjelajahi mercusuar dan juga rumah penjaga mercusuarnya, kita juga bisa melihat pemandangan spektakuler dari formasi geologis yang tercipta dari letusan gunung berapi beratus ratus tahun yang lalu loh.
a lighthouse seen from the path to the wooden stair

Kalau kita berkunjung ke mercusuarnya, selain bisa lihat mercusuar dari dekat, kita juga bisa melihat rumah penjaga mercusuar yang dibangun pada tahun 1859. Sayangnya kita kemarin terlambat datang, karena mercusuar ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore.
What a beauty!!

Tapi, bukan berarti kita nggak bisa menikmati keindahan Cape Schanck yang lain. Di tempat ini kita disajikan jembatan kayu yang akan membawa kita ke tangga menuju keindahan alam (ciyehhh). Yups, kalau kita ikut jembatan kayunya, kita bisa melihat dua pantai berbeda, pebble beach sama rock platform.
alternative for wedding photograph
Waktu datang ke sini, kita nemuin sepasang calon pengantin lagi photo pre-wedding gitu di pebble beach. Karena banyak orang sibuk di sana, jadi kita lebih memilih untuk ke rock platform. Garis pantai di rock platform ini panjang banget, dan sepanjangan tepi pantai cuma ada bebatuan gitu. Jadi bukan tipikal pantai yang berpasir.
Wooden Stairway


"Life in the Rock Pools of Cape Schanck"
Bagusnya sih kita bisa melihat berbagai jenis deburan ombak di sini. Selain itu, kalau beruntung, kita bisa ketemu sama kehidupan biota laut yang hidup di antara bebatuan yang nyebar di pantai ini. Mas Bojo saking tertariknya pengen nemu ikan-ikanan yang ada di papan petunjuknya, mungkin ada sejam lebih fokus nyariin biota laut diantara bebatuan daripada menikmati deburan ombaknya.

Tapi bener loh, kalau beruntung, kita bisa ketemu kolam alami yang di dalamnya ada berbagai macam jenis ikan, dari yang kecil sampai yang besar, dari ikan sampai kepiting. Kalau beruntung.

Kalau kurang beruntung bisa sih menikmati pantainya. Apalagi di sini ternyata jadi andalan buat turis poto-poto manjah ala-ala selebgram gitu. Waktu gw dateng ke sana ada beberapa orang sudah coba untuk pose-pose manjah di sini.
Catching the sunset

Beautiful two different sea water colors


Eagle nest

Penggemar pantai, tempat ini best lah pokoknya. Apalagi kita bisa lihat dua warna air laut yang berbeda di salah satu sudut nya.

Matahari tenggelam jadi salah satu waktu terfavorit di tempat ini. Karena selain bisa dapetin pemandangan matahari tenggelam, juga dapat pemandangan deburan ombak yang kalau di photo keren banget.


Lumayan sih, setengah hari dihabiskan keliling di sini. Selain itu kalau beruntung kita bisa lihat kangguru, wombat, ataupun koala liar di sini. Kalau beruntung.

Gw waktu pulang balik dari Cape Schanck ketemu sama kangguru liar. Saking kaget sama terpananya ngeliat kangguru liar, coklat, gede, loncat-loncat di pinggir jalan, sampai lupa mau ambil photo. Untung kanggurunya di pinggir jalan, jadi kitanya nggak kaget terus nabrak. 

sharing is caring

You Might Also Like

2 comments

  1. Halo Mba. thank you buat sharingnya.. kebetulan bln Juni aku plan ke Melbourne dan msh cari2 info wisata yg menarik disanaaa ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mbak Mustika, makasih sudah mampir. Seneng deh bisa bikin yg baca punya pandangan wisata mana aja yg mau dikunjugi. hehehe... Happy holiday ya Mbak, ditunggu post nya ttg petualangan di Melbourne :)

      Delete

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.