Journey

Hello Straya: Melbourne Whitenight, a Fantastic Show All Night Long

February 25, 2018

SOURCE

Hallo semua,

Beberapa hari sebelumnya Melbourne lagi ada event semalaman yang dikasih nama "Melbourne Whitenight." Event ini diselenggarakan mulai jam 7 malam tanggal 17 Februari 2018 sampai jam 7 pagi, 18 Februari 2018. Semalaman!!!

WhiteNight Melbourne

Menurut website nya, Whitenight ini adalah event tahunannya Melbourne loh. Tapi kenapa gw baru tau ya? Hehehe... Tiga tahun bolak balik sama buka tutup website tentang wisata Melbourne, baru kali ini sih denger namanya. 

Katanya lagi, event yang sudah terselenggara sejak tahun 2013 ini terinspirasi dari international Nuit Blance movement di Paris. Yang dasarnya memang merupakan perayaan dari keberagaman budaya dan kreatifitas. Event ini menyajikan banyak seni seperti, seni cahaya, musik, tari-tarian, dll. Selama 12 jam di sekitaran CBD dan daerah-daerah dengan latar belakang wisata budayanya.

Asiknya dari event ini, GRATIS. Jadi kita bisa lihat berbagai macam seni yang gratis. Sepanjang perjalanan kaki kita selama empat jam ini semua tempat yang kita datangi sih gratis semua hiburannya. Kecuali Starbucks, hehehe... Satu-satunya tempat kita mengeluarkan duit (selain bayar parkir).

Acara ini sebenernya no alcohol, jadi nggak boleh bawa-bawa kaleng atau botol alkohol pas jalan-jalan di sekitaran acara ini. Polisi, buanyak banget. Setiap sudut selalu ada gerombolan polisi. Satu titik biasanya ada sekitar 5-6 polisi, jadi banyak banget.

Tersesat, atau butuh informasi? Nggak usah khawatir juga, soalnya hampir di setiap perempatan ada beberapa orang yang selalu siap membantu.


Nah ini map dimana kita jalan kaki selama empat jam menikmati whitenight ini. Lumayan lah bikin record di aplikasi olahraga. LOL.

Dimulai dari South Gate terus ke National Gallery of Victoria yang mampir ke testing ground art center sama art center nya. Habis itu ke Queen Victoria Memorial Garden trus ke Federation Square dan menelurusi sepanjangan CBD sampai terakhir ke Carlton Garden.

Habis itu kaki gw sudah mulai cenut-cenut. Padahal niatnya mau sampe pagi di kota. Apalagi gw masih nggak begitu menikmati karena buanyak banget orang-orang di jalan. Agak pening gitu kalau ada di sekitaran banyak orang. Maklum nggak tinggi-tinggi amat, jadi supply oksigennya kebagian sisa-sisa.

Tapi karena kaki sudah nggak bisa kompromi, dan mengingat kita di utara sedangkan parkir mobilnya di selatan Melbourne, agak piyeeee gitu kalau tetep kekeuh sampe pagi.

Imlek & White Night, Paduan Sempurna Untuk Lihat Manusia Tumpah Ruah

Karena kita datengnya dari Crown Casino, jadi kita mulai menikmati acaranya dari sana. Walaupun dimulai jam 7 malam, tapi kita baru berangkat ke kota jam 8 malam, sampainya sekitar jam 9 malam-an. Macet sih, kata Mas Bojo ada dua kemungkinan. Pertama karena jalan di St. Kilda ditutup, kedua karena banyak orang yang mau datang ke acara ini.

a dragon dance at Lunar New Year Celebration at Crown Casino


Acara ini juga bertepatan sama perayaan tahun baru Imlek di Crown Casion loh. Oh iya, Melbourne juga merayakan Imlek. Selain di China Town, Crown Casino juga merayakannya dengan mengadakan Bazaar di pelataran Casino mereka, plus hiburan khas tahun baru. Jadi waktu dateng ke sana, dari parkiran, ke pelataran Casino sudah padet banget. 

Bikin sebel sih, karena gw itu nggak tinggi, dan tau sendiri lah bule itu ukuran badannya gimana, jadi kesel gitu. Tiba-tiba orang di depan gw berhenti, terus gw nabrak badannya. Apalagi, Mas Bojo itu suka banget jalan di belakang orang, mau lambat seperti apa jalannya, Mas Bojo mah seneng aja di belakangnya. Harus gw tarik dulu ke tempat yang lebih lengang buat gw, paling enggak, bisa jalan tanpa pandangan harus kehalang sama badannya orang. Naik mobil aja nggak boleh deket-deket sama mobil lainnya, apalagi jalan, hehe.

Anyway, setelah sempet berhenti untuk lihat beberapa pertunjukan tahun baru, gw dan Mas Bojo akhirnya beranjak ke Federation Square, semacam center nya pariwisata di Melbourne gitu, melewati yang namanya South Gate di Yarra River.

Ini gw breakdown mana aja tempat yang gw datengin dan ada apa aja di sana.

South Gate to Art Center

Di South Gate, walaupun masih dengan hingar bingar hawkers bazaar, tapi kita sudah disambut sama floating lampion gitu. Namanya Le Bal des Lumineoles. Semacam balon udara tapi versi mini nya dengan bentuk seperti ikan terbang gitu.

Le Bal des Lumineoles at South Gate
Kalau diperhatikan balon udara ini bisa gitu nari-nari di udara dengan indah. Nah ini pertunjukan awalnya aja sih. Setelah itu kita jalan dikit ke arah National Gallery of Victoria (NGV). Nah, waktu jalan ke NGV ini, kita sudah disajikan sama permainan ciamik (halah) dari seni cahaya di salah satu tower di testing ground dekat art center


Tepat di depannya ada layar besar gitu yang diisi dengan musik-musik top 40-nya Melbourne. Terus ada panggung gitu, jadi siapa aja bisa mengekspresikan dirinya di sana. Oh yaps, nggak terkecuali gerombolan kimcil-kimcil di sini. Jangan salah, di sini juga ada cabe-cabe-an dan kimcil-kimcil gitu. Apalagi mereka yang "barusan dewasa". You know, mereka yang usianya sekitaran 18-20-an, yang masih tinggal sama orang tua, yang nggak ada beban masa depan gitu.

Yaps, sama aja seperti di Indonesia, kalau mereka sudah ngumpul, sukanya teriak-teriak nggak jelas gitu. Hehehe...

Okelah, habis menikmati permainan lampu di tower ini, kita melanjutkan perjalanan kaki ke arah NGV. Melewati Art Center, kita sempet berhenti, agak lupa gitu ada apa di art center. Tapi karena nggak inget mau liat apa di Art Center jadi langsung aja kita ke NGV.


National Gallery of Victoria

Another "WOW" place ya di sini. Namanya juga art gallery ya, jadi ada banyak seni yang bisa dilihat di sini. Gratis pula. 

Keren karena di depannya kita disajikan sama banyaknya lilin-lilin terapung di kolam depan gedungnya. Terus diputar juga film pemenang Immigration Museum Exhibition Awards, They Cannot Take the Sky: Stories from Detention. Yang filmnya bercerita tentang immigran di Melbourne. 

Masuk ke dalam Gallery nya, kita mulai dimanjakan sama karya seni yang ruarrr biasa dari banyak artis yang ikut di pameran ini. Ada 100 artis dari 32 negara yang ikut. Kita bisa masuk ke setiap ruangan, dengan berbagai macam karya seni yang berbeda. Dari seni pahat, seni lukis, kontemporer, dsb dsb.




Again, sebenernya gw bisa aja lebih menikmati seni-seni yang dipamerin di sini, tapi karena banyaknya jumlah pengunjung yang bikin gw pening, jadi nggak bisa menikmati dengan tenang, you know what I mean.

Jadi, move on...

Baca Juga: Paintinggasm at Ubud


Queen Victoria Garden

Bukan nggak menikmati sama sekali semua karya seni di sana. I love art, cuma karena banyak banget orang di sana (something unusual for art gallery, LOL) jadinya gw nggak begitu 100% menikmati semua karya seni. 

Gw terbiasa ke art gallery atau museum yang mana pengunjungnya kalem-kalem, banyakan diem sambil menikmati karya seni yang ada di sana. Bukan mereka yang rame-ramean dateng terus ngobrol, ketawa. Buat gw it's annoying.  


Jadi setelah berusaha sebisa mungkin menikmati semua karya seni di NGV, kita keluar, cari udara, dan pergi ke Queen Victoria Garden. Ada apa? Main attraction mereka adalah Neon Dog Park
Di sini kita bisa lihat banyak banget lampu neon warna warni yang dibentuk seperti anjing-anjing lucu. Skip tentang betapa banyaknya orang yang ada ya, karena banyak banget. 

Kita bisa foto-foto juga loh di deket neon nya. Bentuknya lucu-lucu juga dan warna warni. Tinggal pilih mau bentuk yang mana. Dan yang pasti mereka nggak gigit. LOL.


Sepanjang Jalan Dari Queen Victoria Garden ke Federation Square

Dari Neon dog ke banyak art installation lainnya, bisa kita temui di setiap sudut di Melbourne malam itu. Termasuk waktu kita jalan (lagi) dari Queen Victoria Garden ke Federation Square. Karena beberapa taman di sekitar Queen Victoria Garden juga terhampar luas, dan kita juga bisa lihat banyaknya karya seni di sekitaran taman-taman itu. Ini beberapa karya seni yang ikut meramaikan Whitenight malam itu dan berhasil gw datengin.

Seperti visual art dengan judul The Man Who Cannot Sleep yang ada di dekat Neon Dog Park. Karya seni ini berupa patung wajah manusia raksasa.


Lalu ada Light the Way yang intinya sih kita nyalain lilin di patung Queen Victoria gitu. Sepanjang jalan ke arah patung ini di pinggirannya dikasih lilin gitu loh. Romantis, hehe.


La Terra Al Centro Dell' Universo dari Namaste Europa yang merupakan karya seni berupa sistem tata surya. 


Di sini juga ada balon berbentuk setengah badan astronot. Judul karyanya Calling Occupant. Kita nggak berhasil deket sama karya seni ini sih, karena lagi banyak banget orang di sekelilingnya, jadi kita terus aja menuju Federation Square. Cukup lah di sotret dari belakang aja, hehe.


Federation Square dan Sekitarnya

Manusia, manusia, dan manusia. Itu yang ada di benak gw waktu nyampe di Federation Square. Karena Fed Square ini hadap-hadapan sama Flinder Station dan juga CBD yang jadinya tempat dari semuanya tumpah ruah di sini.

copyright of Mas Bojo personal Facebook
Agak takut juga sih, karena banyaknya manusia, plus takut kalo ada yang tiba-tiba kerasukan terus nge bom (aduh, amit-amit). Untung aja sih nggak ada apa-apa. Ada sih satu dua yang dibawa sama polisi. Ada yang berdarah darah segala. Gatau jatuh dari jembatan atau berantem, pokoknya berdarah aja. Gw sih dateng mau liat yang bagus-bagus bukan yang berdarah darah, jadi ya sebodo amat. Hehe...

Ada apa di Fed Square? Ada Liquid Sky. Katanya sih ini pertama kalinya dipamerkan di Melbourne. Dengan 150 meter panjangnya membentang dari ujung ke ujung fed square. Karya seni ini katanya lagi terinspirasi sama burung yang terbang bareng-bareng di udara gitu. Kalau gw liat sih malah seperti ombak gitu. 


Di depan Fed Square ada juga karya seni yang terdiri dari berbagai empat atau lima (lupa berapa jumlahnya) tali besar-besar, terus ditarikin sama beberapa orang yang menghasilkan beberapa nada lonceng yang, sumpah, enak banget di dengar. Jadi diantara banyaknya orang yang menyemut denger lonceng begitu ditambag "ombak" buatan yang melayang di atas kita. Sejenak gw merasa amat sangat damai.


Ke arah timur dikit, di depan gedung ACMI, kita terus dimanjain permainan manjah lampu-lampu yang menbentuk gambar di gedung depannya. Mereka kasih nama The Secret Life of Building. Bagus euyyyy... Hehehe... Orang-orang dimanjain sama berbagai macam gambar yang di project ke dua gedung di atasnya.

Jalan lagi dikit, ke arah Town Hall, kita disajikan sama nyanyian para penyanyi opera. Namanya Guerilla Opera. Mereka nyanyi gitu di atas beranda Town Hall nya. Suka banget deh liatnya, apalagi gratis kan. Biasanya kalau mau lihat yang opera begini kan harus bayar, hahaha.

Carlton Garden

Tempat terakhir yang kita datangi adalah Carlton Garden. Di ujung utara Melbourne. Karena jalan jadinya jauh banget. Dan ternyata kita jalan agak sedikit jauh. Tapi begitu sampai ke sana. OMG!!! Gw bener-bener terpana sama salah satu sajian mereka yang namanya Lime Light Projection Lighting di Royal Exhibition Building

Permainan lampu yang bikin gedung jadi hidup. OMG ini keren banget loh. 

Permainan cahayanya kurang lebih berlangsung selama 6 menit. Dan Setiap 3 menit sekali. Paduan cahaya sama musik yang menurut gw ini keren banget. 

Ke belakang Royal Exhibition Building, di Melbourne Museum kita disajikan sama karya seni yang W.O.W lagi. Walaupun kekaguman gw belum ilang dari Lime Light Projection Lighting nya, tapi yang ini juga nggak kalah bikin senyum. 

Setelah melewati beberapa food truck  yang Mas Bojo berusaha secepat mungkin menghindari. Karena tau gw doyan jajan. Dan kita ada di tamannya Melbourne Museum. Di sini kita bisa lihat The Serpent Mother, yaitu bentuk ular raksasa dari metal yang setiap bagian badannya ngeluarin api. Di tengahnya ada telur yang tiap beberapa menit kebuka dan ngeluarin api juga. 

Nggak gw photo sih, secara waktu ke sana cuma ngeluarin api biasa aja, nothing special awalnya. Pas gw lagi duduk-duduk karena kecapekan baru deh aktrasi api-apiannya ada. Tapi karena gw lagi pegel banget jadi ogah deketin. 


Selain itu, ada birdmen juga. Nah ini satu-satunya karya seni yang berinteraksi loh sama penontonnya. Ada tiga birdman yang jalan keliling Melbourne Museum. Kadang muter, kadang angguk angguk, kadang juga gangguin yang nonton. Ini juga keren sih menurut gw.


Selain itu juga ada The White Night Messenger yang keliling shantik di sekeliling Carlton Garden. Katanya sih the Messenger ini sudah ada dari tahun kemarin. The Messenger ini sengaja dibuat sebagai simbol keberagaman dan menyebarkan cinta dan kasih sayang.




Selain itu sebenernya masih banyak yang lainnya. Tapi gw nya sudah lowbatt jadi habis lihat the messenger kita langsung balik pulang deh. Kalau di hitung-hitung dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi buat acara begini nih. PUASSSSS!!!

Tahun depan mau dateng lagi??? Pastinyaaaa... Apalagi tahun ini nggak semuanya bisa terjelajahi. Jadi, mudah-mudahan tahun depan bisa menjelajah semuanya.

sharing is caring

You Might Also Like

0 comments

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.