Books

Book Review: The Tales of Beedle the Bards

December 17, 2017


CLICK HERE FOR ENGLISH VERSION


Satu lagi koleksi dari Harry Potter novel, The Tales of Beedle the Bards. Buat kalian yang familiar sama Harry Potter, di cerita terakhir serial Harry Potter, diceritakan buku ini jadi salah satu warisannya Albus Dumbledore ke Hermione Granger loh. Nah, dibuku ini terus akhirnya tahu asal usul dari the Deathly Hallows.

Oh iya, ini kali pertama gw review buku. Mohon maaf ya kalau buku ini berbahasa Inggris, karena belinya di Australia. Awalnya sih gara-gara jalan-jalan di supermarket, terus liat rak buku. Otomatis kaki jadi melangkah ke sana, dan nemu tiga tingkat isinya buku Harry Potter semua. Mulai dari Harry Potter buku pertama, sampai buku ini deh.

Beli nya di K-Mart, semacam Carrefour gitu kalau di Indonesia.  Ditulis oleh J.K. Rowling sendiri, hasil penjualan buku ini, seperti semua buku-buku J.K. Rowling akan disumbangkan ke lumos (wearelumos.org) sebuah organisasi amal yang didirikan oleh J.K. Rowling sendiri pada tahun 2005. Lumos sendiri fokus kepada kesejahteraan anak-anak di dunia. Mulai dari penyandang cacat, anak-anak panti asuhan, putus sekolah, dan anak-anak lainnya yang membutuhkan bantuan sosial.

The Tales of Beedle the Bards (Ina Version accroding to Gramedia: Kisah-Kisah Beedle si Juru Cerita)
Penulis: J.K. Rowling
Bahasa: Inggris
Terbit: 2017
Penerbit: Bloosmbury Publishing
Tebal: 134 halaman
Harga: AU $9
Soft Cover

Kalau di Indonesia, buku ini diterbitkan sama Gramedia, sama seperti buku-buku Harry Potter sebelumnya. Tentunya menggunakan Bahasa Indonesia.

Seperti buku-buku cerita yang berawal dari cerita Harry Potter (Quidditch Trough the Age, dan Fantastic Beast and Where to Find it) buku ini selalu ditulis menggunakan sudut pandang penyihir. Kalau kita baca bagian belakang sampul buku ini, tertulis "lima dongeng yang menarik yang penuh dengan keajaiban dan tipu daya, THE TALES OF THE BEEDLE THE BARDS telah menjadi bacaan menarik sebelum tidur di setiap rumah penyihir selama berabad abad".
dan ditambahkan
"di terjemahkan dari bahasa aslinya, runes, oleh Hermione Granger, dan dengan catatan tambahan dari Professor Albus Dumbledore, yang disertakan dengan persetujuan arsip Hogwart."

Yap, ada lima dongeng yang diceritakan di dalam buku ini. Masing-masing dongeng di dalam buku ini akan mengajak imajinasi kita masuk ke dalam dunia sihir, dan menikmati masing-masing cerita para penyihir di dalamnya. Dan serunya lagi, setiap akhir dari masing-masing dongeng, kita bisa membaca catatan dari Albus Dumbledore tentang sudut pandangnya mengenai cerita-cerita dongengnya.

The Wizard and the Hopping Pot


Ini adalah dongeng pertama di dalam buku ini. Bercerita tentang seorang penyihir dan anaknya yang memiliki sifat sangat berbeda. Walaupun mereka penyihir, tetapi karena mereka tinggal di perkampungan muggle (bukan penyihir), mereka menyembunyikan identitas mereka sebagai penyihir. Sang ayah adalah penyihir yang baik hati. Ia suka sekali membantu penduduk sekitar mengobati segala macam penyakit. Sedangkan anak lelakinya bersifat kebalikannya, ia lebih tertutup dan tidak suka bertemu dengan muggle.

Dongeng ini menceritakan bagaimana sang ayah mewariskan sifat baik yang awalnya ditolak oleh anaknya, dan dengan "sedikit paksaan" dari belanga ajaibnya, sang anak kemudian merubah sifatnya. Dari yang sombong, kemudian menjadi baik dan mau membantu penduduk sekitar.

The Fountain of the Fair Fortune


Dongeng kedua yang bercerita tentang air mancur ajaib yang berada di sebuah taman ajaib, yang hanya memperbolehkan satu orang saja setiap tahun, yaitu pada hari dimana matahari bersinar paling lama. Di dalam dongeng ini, tidak hanya penyihir saja, tapi juga mereka yang bukan penyihir punya kesempatan yang sama untuk dapat mandi di air mancur ini. Syaratnya, mereka yang memiliki masalah yang paling pelik diantara semua yang datang, yang dapat masuk ke dalam taman tempat air mancur ini berada.

Alkisah tiga penyihir perempuan dengan masalah mereka masing-masing, Asha, Altheda, dan Amatha, datang di hari yang ditentukan, dan terpilih menjadi tiga orang yang dapat mandi di air mancur tersebut, bersama satu orang lagi, yaitu seorang ksatria yang bernama Luckless. Seorang ksatria dengan wajah yang muram.

Untuk sampai ke air mancur tersebut, mereka harus menghadapi rintangan yang ada di dalam taman tersebut. Karena hanya satu orang saja yang diperbolehkan untuk mandi di dalamnya. Dalam perjalanannya, mereka berempat membantu satu dengan yang lainnya menjawab semua pertanyaan yang muncul di dalam taman tersebut, hingga akhirnya sampai ke air mancur tersebut. Siapa hayoo yang akhirnya mandi di air mancur tersebut?

The Warlcok's Hairy Heart


Dongeng yang ini bercerita tentang seorang ahli sihir yang menyembunyikan hatinya yang berharga. Ini menyebabkna dirinya nggak pernah merasakan emosi, sedih, bahagia, jatuh cinta, bahkan sama perempuan paling cantik di Negerinya. Semua orang di sekitarnya mulai bercerita betapa malang dan tidak beruntungnya ahli sihir ini, karena ia tidak pernah tertarik dengan perempuan sedikitpun. Orang-orang sekitarnya bertanya mengapa orang kaya dan berkuasa seperti dia tidak memiliki pasangan. Hingga dia akhirnya mengatakan akan memilih perempuan yang paling superior, memiliki kecantikan yang tiada tara, setiap lelaki akan iri pada dirinya saat perempuan tersebut menjadi istrinya, berasal dari keturunan penyihir hebat, sehingga keturunan mereka akan mewariskan kekuatan sihir yang hebat, dan perempuan ini memiliki kekayaan paling tidak sebanding dengan dirinya.

Pada usia yang memasuki limapuluh, dia menemukan perempuan yang diinginkannya. Perempuan ini juga penyihir yang berasal dari keturuna yang hebat, dan memiliki kekayaan berlimpah, dirinya membuat semua lelaki jatuh hati padanya, kecuali sang ahli sihir. Walaupun begitu, ahli sihir akhirnya menikahinya, walaupun tidak ada sedikit perasaan kepada si perempuan.

Pesta pernikahan mereka sangat meriah, berhiaskan emas dan perak. Sepanjang pesta mereka disuguhkan oleh berbagai macam hiburan. Bahkan sang penyihir memberikan puisi terindah yang pernah didengar oleh penyihir perempuan ini. Karena terpana, sang penyihir perempuan berkata "tutur katamu sangat santun, dan aku sangat terpesona, seandainya saja kau memiliki hati." Namun, sang penyihir menuntun perempuan tersebut ke bawah tanah, dan memperlihatkan peti berhiaskan kristal yang mana tersimpan hati sang penyihir di dalamnya.

Karena tersimpan lama dan tidak tersambung dengan panca indera sang penyihir, bentuk hati sang penyihir sangat menyeramkan, rambut hitam tumbuh di hati tersebut. Sang penyihir perempuan menjadi ketakutan dan menyuruh sang penyihir untuk mengembalikannya. Sang penyihir kemudian mengeluarkan tongkatnya, dan mengeluarkan hati tersebut dari dalam peti, dan menaruhnya kembali ke bagian yang kosong dari tubuhnya. Namun, karena hati sang penyihir telah lama lepas dari tubuhnya, hati tersebut malah membunuh keduanya.

Babbity Rabbity and her Cackling Stump


Bercerita tentang raja yang dungu, yang bercita cita ingin menjadi penyihir yang hebat. Namun karena ia bukan berasal dari keturunan penyihir, raja tersebut nggak tau cara membedakan penyihir dan orang biasa. Hingga ia mempekerjakan penipu yang berpura pura menjadi penyihir, untuk mengajarkannya ilmu sihir.

Seorang pelayannya yang bekerja sebagai pencuci pakaian raja, Babbity Rabbity tahu akan tipu muslihat sang penipu, dan suka mengintip bagaimana sang penipu mempermainkan sang raja dengan berpura pura mengajarkannya ilmu sihir. Hingga akhirnya ia ketahuan oleh keduanya, sehingga membuat sang raja marah, dan berkata akan memamerkan keahliannya akan ilmu sihir dihadapan umum besok.

Walaupun sang penipu menolaknya, karena takut rahasianya terbongkar, sang raja memaksanya untuk datang. Kalau dia melarikan diri, pengawal dan para pemburu penyihirnya akan mengejar dan membunuhnya. Sang raja menambahkan, jika besok penonton menertawakannya karena tidak tercipta sihir sama sekali, sang penipu pun akan dipenggal.

Ketakutan akan dipenggal, sang penipu mendatangi Babbity dan dengan sedikit ancaman, ia meminta Babbity membantunya besok. Jika tidak, ia akan melaporkan kepada raja bahwa Babbity adalah penyihir. Babbity menyetujuinya, dan membantu sang raja memamerkan keahliannya keesokan harinya. Hingga salah satu dari mereka meminta sang raja untuk menghidupkan anjingnya yang sudah mati. Namun Babbity tidak melakukan apa-apa, karena tidak ada satu sihir pun yang dapat menghidupkan mahluk yang telah mati. Sang raja menjadi marah karena semua orang tertawa padanya, dan sang penipu menunjuk Babbity dan mengatakan bahwa Babbity adalah penyihir jahat yang menghalangi sihir sang raja.

Pengawal dan pemburu penyihir beserta sang raja kemudian mengejar Babbity ke tengah hutan. Sampai mereka menemukan pohon tua besar di tengah hutan. Sang penipu mengatakan Babbity mengubah dirinya menjadi pohon tua. Ia meminta sang raja untuk merobohkan pohon tua tersebut. Namun setelah mereka merubuhkan pohon tersebut dan beranjak pergi, tiba-tiba muncul suara dari dalam pohon yang berkata bahwa membelah penyihir menjadikan kerajaannya dikutuk. Suara itu berkata mulai dari sekarang sang raja juga akan merasakan sakitnya setiap ayunan kapaknya ke para penyihir yang ia buru. Akhirnya seperti apa ya????

The Tale of the Three Brothers


Nah kalau yang ini, semua penggemar Harry Potter sudah tau dong. Cerita tentang dijelaskannya the Deadly Hallows. Ceritanya mirip sama yang diceritakan Hermione Granger.


Pesan Moral
Cerita di buku ini sebenarnya bukan tanpa pesan moral. Semua cerita di buku ini menyimpan pesan yang tidak hanya untuk "komunitas sihir" tapi untuk kehidupan kita sehari-hari. Mudahnya lagi, jika kita kesulitan untuk menterjemahkan pesan moral di setiap cerita. Catatan khusus Albus Dumbledore yang ada setelah masing-masing cerita akan memudahkan kita untuk memahaminya, walaupun dengan sedikit bumbu dunia sihir.
Albus Dumbledore note
Entah buku ini bisa dipakai sebagai dongeng pengantar tidur di dunia muggle atau tidak. Bisa di coba jika kita punya anak dan mendongengkan cerita ini.

Gw pernah sih coba dongeng salah satu cerita di buku ini ke Mia yang baru berusia tiga tahun. Sayangnya dia nggak begitu suka dengan dongeng seperti ini. Mungkin waktu itu karena dia baru pulang dari TK dan sedang di waktu aktif-aktif nya. Jadi lebih tertarik dengan buku dengan gambar yang berwarna warni dan popping up.

Bisa juga karena gw nggak begitu bisa ngedongeng. Oh well..

Menurut gw sebagai penggemar Harry Potter, buku ini sebenarnya bisa dikatakan bukan buku wajib. Tapi, kalau kalian mau mengoleksi, kalian harus punya buku ini dong. Kalaupun bukan penggemar, bisa jadi salah satu alternatif dongeng sebelum tidur loh.

Jangan khawatir, di Indonesia buku ini sudah terbit kok. Silahkan berburu di Gramedia.

Follow my blog with Bloglovin

sharing is caring

You Might Also Like

4 comments

  1. Terlepas dari ceritanya, membaca dalam bahasa asli biasanya lebih seru!
    Plus maintain kemampuan berbahasa asing. Sayangnya harga buku impor relatif mihil hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mbak Ratna, setuju banget Mbak, lebih seru dan bisa maintain kemampuan kita berbahasa asing, plus kosa kata bahasa asing jadi makin nambah. Hehehe...

      Delete
  2. Jadi kangen baca novel2 genre kyk gtu mbak. Justru kalau bahasa Inggris kyknya lbh enak dipahami, kalau terjemahan suka bingung kok kyknya ada yg kurang nyambung atau gmn. Btw saya blm pernah nemu buku itu sih di toko buku besar deket rumah atau saya yang kurang jeli kali ya hehe TFS rekomendasi bukunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mbak April,
      Hehe... terkadang kalau memang bacaannya pakai Bahasa Inggris terus diterjemahin ke Bahasa Indonesia agak "kaku" jadinya. Apalagi kemarin aku juga sempet tanya sama pasangan "warlock" itu apa, karena banyak banget terjemahannya, dan kebanyakan nggak cocok sama cerita di atas. Hehe... Oh ya, untuk versi Bahasa Indonesianya, kemarin sempat nemu di Gramedia Bali Mbak, judulnya sudah dialih bahasakan ke Bahasa Indonesia "Kisah-Kisah Beedle si Juru Cerita" kalau nggak salah judulnya Mbak.

      Delete

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.