DIY

DIY Gantungan Baju

July 27, 2020



Jadi, di Melbourne ini gw ngontrak rumah. Dan aturan rumah kontrakan di sini ini ketat banget. Salah satunya adalah nggak boleh buat lubang di tembok. Udah gitu, kalau mau gantung pigura, atau apapun di tembok, 'cantolan'nya harus nggak boleh berbekas di tembok itu.

Nggak bisa juga ngotot breaking the rules, karena biasanya setiap enam bulan sekali selalu ada inspeksi dari kontraktor perumahannya. Inti dari inspeksinya sih rumah yang disewa harus nggak berubah sama sekali dari sebelum di sewa.

Boleh ada gantungan pigura, atau apalah, tapi ya itu, di cek lagi itu gantungan aman apa enggak.

Jadi kalau bikin rusak sedikit, ya harus keluar duit dari kantong kita sendiri untuk baikin.

Aturan nggak boleh gantungin segala macam ini agak nyusahin gw juga sih, yang biasanya suka gantungin jaket, mantel tidur, piyama, dan sejenisnya, jadi ribet. Jadi yang biasanya gw gantungin gw taruh aja di lantai.

Jadi agak kesel karena suatu hari, gw tau keranjang pakaian bersih ternyata ada kecampur sama pakaian yang habis gw pakai dari luar. Alamat harus cuci semua pakaian bersih di keranjang deh.

Kenapa bisa kecampur?
Karena tempat gw biasanya taruh pakaian yang seharusnya digantung, itu di kamar tidur dekat sama keranjang pakaian bersih. Dan biasanya Mas Bojo kalau pagi, suka cari kaus kaki yang tenggelam di dasar keranjang. Untuk ambil, dia suka taruh pakaian di lantai. 

Entah sadar apa enggak, dia suka kecampur pakaian bersih sama pakaian yang habis gw pakai.

Akhirnya kesabaran gw mulai abis, dan berencana punya stand gantungan baju.

Mas Bojo pun dengan senang hati membantu. Dia lebih banyak melakukan kerja yang berat-berat. Bukan karena gw nggak mau, tapi lebih ke kerjaan gw yang belum begitu rapih kalau masalah pertukangan.

1. Bergerilya

Awalnya gw mau beli jadi aja. Mulailah mulai mencari semua toko yang jual stand gantungan baju. 

Toko andalan? K-Mart. Segala macam ada di sini. Mulai dari alat rumah tangga, mainan, sampe alat nge-gym, semua ada di sini. Palugada (aPA LU mau Gua ADA) dah pokoknya. Sayangnya, pas gw cari, produknya lagi kosong.

Kebetulan juga waktu itu hampir semua produk di KMart lagi kosong melompong. Katanya sih gara-gara ada kontainer yang kecemplung di laut, dan barang-barang di dalemnya punya KMart semua.

Gw juga sempet cari di IKEA. Ketemu sih yang tipe-tipe yang gw mau. (Pecinta Scandinavian Style banget gw).  Sayangnya, harga yang ditawarkan agak menguras kantong. Tapi masih jadi pilihan terakhir lah kalau gw nggak nemu yang lebih murah.

source

Sayangnya gw juga nggak nemu stand yang gw mau dengan harga yang cocok sama budget gw. Padahal sudah mulai gerilya dari Amazon, ebay,  bahkan sampai facebook marketplace, nggak nemu juga. 

Kalau nemu harga yang pas di kantong, style nya yang nggak cocok.

2. Pinterest to the rescue


Hahaha, andalan gw banget deh ini Pinterest. Selain buat cari ide mau masak apa minggu ini, pinterest juga bikin gw punya ide apa aja yang pas sama apa yang lagi gw mau.

Seperti bikin gantungan baju ini. Awalnya sih iseng aja, pengen liat gitu gantungan baju yang seperti gw mau. Eh ternyata disematkan juga "DIY" di sana.

Ceki-ceki lah gw DIY gantungan baju stand yang gampang, murah, tapi keliatan bagus juga. Nemu beberapa yang keliatannya gampang banget buatnya dan murah. Salah duanya adalah gambar ini:

one of the inspiration

another inspo
then rejected by Mas Bojo because cement means heavy

Gambar kedua emang ditolak sama Mas Bojo, karena base nya yang dari semen. Katanya walaupun gampang banget buatnya, tapi karena harus nunggu semennya keras, stand nya harus ditaruh di garasi sampai semennya mengeras. Tapi, habis mengeras, bakalan berat banget.

Jadilah ide kedua dihempaskan jauh-jauh.

Pakai ide gambar pertama. Mudah banget keliatannya. Tapi gw maunya dengan sedikit sentuhan gw. Awalnya pengen bisa ada gantungan buat indoor plant gitu. Tapi akhirnya tereliminasi lagi, indoor plant nya nggak jadi digantung, tapi pengen pake piringan di tengah untuk bisa taruh tanamannya.

Setelah gw kasih tau idenya ke Mas Bojo (sang pengeksekusi yang berat-berat), dan kita berdua akhirnya setuju dengan ide gantungan baju stand ala gw ini. 

3. Cari Bahan

source
Andalan seluruh warga Australia kalau mau cari bahan-bahan pertukangan adalah Bunnings Warehouse.

Di sini dari alat pertukangan, sampai tanaman kebun juga ada. Surganya pecinta orang-orang yang suka banget sama kreatifitas bikin-bikin alat rumah tangga deh.

Karena bisa dikatakan lengkap banget di sini, makanya semua bahan yang kita pakai untuk bikin gantungan baju ini semua dibeli di sini.

Bahan 1: Kayu tongkat

source

Ini bahan utamanya. Kayu tongkat. Beli tiga biji aja, dan panjangnya ya kira-kira 1.6 meter lah. 

Bahan2: Papan Melamin
source
Papan yang gw pake nggak setebel yang di gambar juga sih. Tebelnya kira-kira 33 milimeter. Gw pakai papan kayu yang terbuat dari partikel kayu. Harganya lebih murah, dan gampang dibentuk juga. 

Bahan 3: Tali tambang / tali pengasah kuku kucing

source
Berikutnya tali tambang yang kecil aja, atau bisa juga tali yang biasa dipakai untuk tiang pengasah kucing. Kebetulan kita punya satu bundel gede, beli beberapa tahun yang lalu buat gantiin tali tiangnya Duke (kucing kita) kalau udah dedel.

Bahan 5 : Dowel

Dowel ini berfungsi untuk menahan piringan di tengah tiang. Nantinya akan di bor di tengah kayu tiang nya. 


Bahan 6: Lem kayu & Lem tembak : Berguna banget untuk bantu menyatukan kayu-kayu, sebelum disatukan dengan simpul.

Lalu kita juga punya alat pertukangan, seperti bor untuk kayu, ampelas, mesin ampelas, waterpas, penggaris dan juga pensil untuk mengukur dan menanda.

4. Mulai Membuat


Pertama tama, ukur dan tandai diameter (gw pakai ukuran 33cm) dari papan yang mau digunakan. Papan ini nantinya ditaruh di tengah tiang. Niat awalnya sih untuk ditaruh tanaman indoor. Seperti succulent atau jenis tanaman indoor lainnya.
Setelah diukur, kemudian gergaji melingkar sesuai dengan diameternya.
Lalu, ukur jarak 5 cm ke dalam lingkaran. Ini untuk membuat lubang untuk memasukkan tongkat nya nanti.

Karena menggunakan tiga tongkat kayu, jadi bikin jarak untuk tiga lubang yang seimbang.

Jadi deh papan untuk taruh barang-barang di tengah tiang nantinya.



Setelah itu di amplas, untuk buat bentuknya jadi lebih halus dan siap untuk membuat lubang di sisi papannya.
 
Mas Bojo bantu amplas biar sisinya berbentuk sedikit bulat 
Setelah selesai di amplas, lalu bor kembali papan yang sudah ditandai untuk membuat lubang tongkat.

Lubangnya sedikit lebih besar (diameter 1-2mm) untuk mempermudah menyatukan tongkat kayu nantinya.
Nah, jadinya seperti ini. 
Lubang di tengah papan itu hanya untuk penanda saja.


Langkah ketiga, dengan memasukkan dowel ke tongkat kayunya. Kenapa dowel bukan paku biasa? Karena kalau paku biasa bisa-bisa malah bikin tongkat kayunya patah.

Memasang dowel juga menggunakan bor, jadi resiko kayu terbelah juga berkurang.

Ukur tinggi dari bawah ke bagian yang mau ditaruh papan di tongkat kayu. 
Lalu tandai tongkat kayu dengan pensil. Tanda ini nantinya sebagai penanda bor untuk membuat lubang di tongkat kayu.


Sebelum memulai untuk di bor, jangan lupa ukur besar diameter dowel dan cocokan dengan mata bor yang sesuai ukurannya.

Setelah itu, pelan-pelan bor tongkat kayu, tapi jangan sampai tembus, cukup sampai 1/4 kedalaman saja.

Yang penting saat dowel dipasang, tidak mudah jatuh.

Setelah lubang jadi, lubangnya di amplas agar halus dan serabut tajamnya hilang.


Setelah jadi lubangnya, tinggal ditaruh dowelnya dan dikencangkan.
Tips, gunakan lem kayu biar dowel nya merekat dengan kuat.


Setelah dowel terpasang, tinggal dimasukkan papan bundarnya
Setelah papan bundarnya terpasang, tinggal diukur dengan waterpas untuk mengukur keseimbangan tiang.

Setelah seimbang, di bagian dimana tongkat kayunya menyatu, diberi lem kayu untuk mempermudah membuat simpul nanti.

Kita pasang cable tie untuk mempermudah biar tongkat kayunya ga lari-lari ke sana kemari, sama biar jari-jari kita nggak kena lem kayu aja. Setelah lem kayu kering, cable tie nya kita potong.

Lalu tinggal buat simpul di bagian tongkat kayu yang menyatu.

Kalau tali nya ada serabutnya, cukup dibakar tipis-tipis aja untuk menghilangkan serabut di tali. Seperti ini:


Mau pakai jenis tali yang lain juga nggak apa-apa, tergantung kreatifitas aja sih. Karena pada dasarnya kayunya sendiri sudah tertempel dengan kuat karena dikasih lem tembak.

Di tahap ini sudah jadi 96% deh tiangnya.

Sisanya tinggal menghias tiangnya.



Rencananya tiang nanti akan gw cat. Untuk hias menghiasnya nanti gw tulis di post berbeda deh ya. Soalnya lagi kepending parah nih, karena belakangan ini Mas Bojo sibuk banget.

Nah untuk yang pengen coba buat sendiri, semoga post gw ini membantu ya. 

sharing is caring

You Might Also Like

0 comments

Thank you for visiting my blog. Please leave your comment here, but apologize, any spams will go to bin immediately.